Latest stories

23.10.15

Unik dalam Berkarya

Semua orang memiliki kemampuan dan potensi untuk membuat karya. Tapi salah satu hal yang utama dalam berkarya adalah keberanian untuk menciptakan karya yang berani dan berbeda. Bekerja sama dengan Lenovo Yoga, tulisan ini mengkompilasikan beberapa seniman dengan semangat #Goodweird untuk menjadi inspirasi dalam berkarya kepada pembaca.

21.10.15

Bercerita Lewat Karya bersama Joko Anwar

Joko Anwar adalah nama yang tidak asing bagi penggemar film. Sebagai sutradara dia pintar bercerita lewat medium film dan teater, dan Dia juga berhasil menunjukkan kemampuannya sebagai seorang aktor. Kami mendapatkan kesempatan untuk berbincang dengan Joko Anwar di Reading Room pada suatu sore dimana kami membahas karya pribadinya dan pendapatnya mengenai industri film Indonesia.

19.10.15

Wani Ditata

Diselenggarakan oleh Dewan Kesenian Jakarta, Wani Ditata adalah sebuah pameran yang bertajuk kepada riset dan pengalaman perempuan menghadapi dunia seni. Dikurasi oleh Angga Wijaya, Wani Ditata menampilkan karya dari 8 seniman perempuan yaitu Aprilia Apsari, Julia Sarisetiati, Kartika Jahja, Keke Tumbuan, Marishka Soekarna, Otty Widasari, Tita Salina dan Yaya Sung.

14.10.15

Aksi Animasi bersama Tromarama

Tromarama adalah sebuah kolektif animasi dengan karakter yang unik, dibangun dari gabungan gagasan tiga kepala, Bebi, Ebet, Ruddy, unit ini telah menciptakan karya-karya animasi yang tak hanya berkualitas, namun juga memiliki karakter tersendiri dengan pemilihan medium dan pendekatan yang berbeda dengan kebanyakan. Whiteboard Journal berbincang dengan Tromarama mengenai eksplorasi mereka dalam menjelajahi dunia animasi.

12.10.15

Senlima

Dalam rangka JermanFest 2015, Papermoon Puppet Theatre dari Yogyakarta dan Retrofuturisten dari Berlin berkolaborasi dalam sebuah pertunjukan berjudul "Senlima". Kami sempat menonton pertunjukan yang bertema perbatasan dalam konteks budaya ini di Salihara, dan berikut adalah review kolaborasi dua kolektif puppeteer ini.

07.10.15

Tulisan dan Sastra bersama Eka Kurniawan

Disebut-sebut sebagai penerus Pramoedya Ananta Toer, dan mendapat pujian dari media internasional, Eka Kurniawan berada dalam garda terdepan representasi sastra nasional. Whiteboard Journal mengunjungi Eka Kurniawan di tengah kesibukannya di Dewan Kesenian Jakarta untuk berbincang mengenai dunia literatur, pasar internasional, dan kualitas sastra lokal.

Load More Articles whiteboardjornal, search
whiteboardjournal, play
Music
NOW PLAYING

Screen Time with .Feast & The Panturas

Invent Your Future

Temukan siapa dirimu dan bagaimana karaktermu menentukan arah masa depan.


Tentukan Di Sini whiteboardjournal, search

Follow us on social media

Instagram whiteboardjournal, search Facebook whiteboardjournal, search Twitter whiteboardjournal, search

Subscribe to the Whiteboard Journal newsletter

Good stuff coming to your inbox, for once.