W_LIST: Best Local Music of 2025 So Far
Sederet pilihan lagu-lagu lokal terbaik sejauh ini di 2025, langsung dari ruang editorial kami.
Sederet pilihan lagu-lagu lokal terbaik sejauh ini di 2025, langsung dari ruang editorial kami.
Reza Afisina adalah seorang seniman lokal yang dikenal melalui performance art-nya yang mengusik, juga melalui perspektif-perspektifnya yang selalu menarik. Whiteboard Journal berbincang bersamanya untuk mendiskusikan perkembangan performance art lokal, masa depan institusi seni, juga karakter seni dari Jakarta.
TED, atau Technology, Entertainment, Design - adalah konferensi global yang mengundang ahli dari berbagai macam bidang untuk menyampaikan kuliah umum. Bergerak denagn motto "Ideas Worth Spreading", kuliah TED seringkali menjadi inspirasi kepada penontonnya. Dimulai dari tahun 1984, TED telah mendapat perhatian internasional, di Indonesia pun telah terlahirkan beberapa franchise dari TED, yaitu TEDx.
Lucky Widiantara adalah seniman, pemilik label, desainer dan juga musisi dimana pada berbagai aktivitasnya, ia menghidupi dan mengikuti passionnya. Sebagai penggemar aktifitas surfing, Lucky mendirikan Lucas & Sons, sebuah brand dimana ia membuat surfboard serta aksesoris lifestyle yang berhubungan dengan budaya surfing. Kami berkesempatan berbincang dengan Lucky mengenai keterlibatannya di skena surfing, karyanya di Lucas & Sons, dan perspektifnya mengenai subkultur.
Stones Throw Records adalah label musik independen dari Amerika yang didirikan pada tahun 1996. Selama 20 tahun, label ini telah menjadi terkenal pada skena musik independen dikarenakan kualitas rilisan yang konsisten dan bagus. Musisi seperti Madlib, Peanut Butter Wolf, J Dilla, dan Aloe Blacc telah membentuk karakter Stones Throw yang soulful dan inovatif. Berikut adalah rilisan Stones Throw Records yang patut didengar dan dikoleksi.
Wok the Rock adalah nama yang tidak asing lagi di skena seni dan musik Indonesia. Aktivis budaya ini memperkaya ranah kreatif lokal dengan gagasan karya eksperimental dan interdisipliner melalui seni, kuratorial dan musik. Wok The Rock adalah Direktur Mes 56, inisiator Yes No Wave Music dan di tahun 2015 ia berperan sebagai kurator Biennale Jogja XIII. Kami berkesempatan untuk berbincang dengan Wok the Rock mengenai perjalanan karir dan perspektifnya dalam berkesenian.
Pong Pong Balong adalah agenda eksibisi baru dari Dia.Lo.Gue Artspace. Menampilkan 11 karya, pameran ini bervisi untuk menemukan garis tengah antara seni dan posisinya di keluarga, terutamanya mengenai tumbuh kembang budaya berpikir kreatif dalam rumah tinggal para senimannya.
Temukan siapa dirimu dan bagaimana karaktermu menentukan arah masa depan.