W_LIST: Best Local Music of 2025 So Far
Sederet pilihan lagu-lagu lokal terbaik sejauh ini di 2025, langsung dari ruang editorial kami.
Sederet pilihan lagu-lagu lokal terbaik sejauh ini di 2025, langsung dari ruang editorial kami.
Fotografi telah menjadi bagian dari budaya populer hari ini yang membuat perannya cukup signifikan. Tidak hanya itu, dengan kehadiran berbagai macam teknologi, kegiatan mengabadikan momen ini menjadi lebih bermakna dari sekadar mengambil gambar. Untuk mengetahui seperti apa peran fotografi sekarang, kami berbincang dengan 4 fotografer terkini mengenai perspektif mereka tentang perkembangan fotografi saat ini.
Bekerja sama dengan Ubud Writers & Readers Festival, kami berkesempatan menemui penulis dan akademisi Intan Paramaditha saat berkunjung ke Jakarta untuk membahas hasrat, fiksi, politik seksualitas hingga novel "Gentayangan."
Portofolio adalah salah satu fitur pada kolom Focus kami. Pada seri ini, kami berusaha untuk mendokumentasikan berbagai karakter dari studio desain yang ada di Indonesia dengan mengulas sekaligus mendisplay visi dan karya mereka. Kali ini kami mengangkat studio desain Another Design Co. yang memposisikan desain grafis sebagai medium komunikasi di antara publik.
Sebagai seorang vokalis yang tergabung pada unit alternatif pop, Skandal, Siddha memiliki karakter dan persona yang cukup menarik perhatian baik di atas panggung maupun penampilan sehari-hari. Untuk itu, pada episode Gimme 5 kali ini kami menanyakan siapakah 5 terbaik versinya, yang menginspirasi Siddha dalam berpakaian. Sejak pertama kali mengenal hingga mengidolakan Beastie Boys, mereka selalu terlihat keren di mata saya. Dari musik sampai penampilan, trio seminal ini secara estetika punya karakter yang sangat kuat dan berdampak vital bagi saya sampai sekarang dan mungkin seterusnya. Saya bolak-balik ke seperti Pasar Senen, Pasar Baru, atau di mana saja karena terinspirasi dari apa yang dikenakan oleh Beastie Boys. Termasuk fanatisme saya terhadap hingga topi atau seperti dan jeans yang juga memang saya sering kenakan sehari-hari. Secara sadar maupun tidak, semuanya dipengaruhi oleh Ad-Rock, Mike D, dan MCA. Mereka juga yang membuat saya jatuh hati dengan seperti Puma Suede. Entah bagaimana, gaya dan cuek mereka selama 3 dekade ini, selalu definitif dan cocok untuk saya. Menurut saya Earl Sweatshirt adalah tipe manusia yang kekerenannya sudah menjadi bakat alami. Sepaket komplit audio (musik) dan visual (penampilan). Walaupun bukan yang tertampan, anak muda ini punya bahasa tubuh yang didukung dengan penampilan sederhana yang membuat saya kagum. Topi, kaos, Seperti halnya Beastie Boys, bagi saya lagi tukang celoteh yang juga merupakan seorang produser berusia 23 tahun ini adalah salah satu persona yang gayanya saya jadikan referensi untuk diterapkan sehari-hari. Fungsional dan tidak perlu berusaha terlalu keras. Saya dengan senang hati akan menjawab Bob Nastanovich jika ditanya perihal siapa personel favorit dari grup sinting tersebut. Selain bermacam peran pentingnya bagi band tersebut, penampilan dan apa yang selalu dikenakan sangat mampu mencuri perhatian serta sedikit banyaknya menginspirasi saya. Salah satu contohnya adalah ketika beliau memakai kaos Minutemen, dan bermain tamborin sambil bernyanyi di acara televisi tengah malam tahun 1994. ( karena saya masih bisa mengakses penting seperti ini di era sekarang). Penampilannya adalah representasi jelas dari istilah Sejak melihat video itu, sampai sekarang saya selalu terpengaruh (hingga kadang meniru) cara dan gaya beliau ketika bermain tamborin. Tentu saja, saya merasa berhutang banyak kepada mereka, khususnya Bob Nastanovich. Saya lupa kapan saya pertama kali mendengarkan Dinosaur Jr., tapi yang jelas ketika melihat bentuk mereka, J Mascis, saya jadi makin mengidolakan band ini. Dari sekian banyak gaya beliau yang ingin saya tiru-tiru sedikit, penampilannya ketika muncul di dokumenter “1991: The Year Punk Broke,” membuat saya ingin menggunakan punya topi kuning. Menurut saya, J Mascis adalah satu dari sedikit yang membuat paduan topi dan rambut gondrong itu enak dilihat. Hingga hari ini gayanya masih keren meskipun umurnya sudah tidak muda lagi, entah itu memakai kaos band hardcore punk yang seangkatan dengan bandnya dulu atau yang lainnya. Jika nanti sudah tua, beruban banyak, berkumis-janggut, dan memutuskan untuk memanjangkan rambut, saya sudah tahu siapa yang akan saya jadikan kiblat penampilan. Saya sudah cukup lama mengidolakan musisi jazz yang merangkap sebagai fotografer dan legendaris satu ini. Dengan sederhana, pembawaannya menyenangkan dan penampilannya pun punya ciri tersendiri plus mudah untuk saya adopsi. Kaos atau lengan pendek atau panjang, dan Vans - terutama Half Cab. Terlihat tidak berlebihan, dan tidak akan termakan tren apapun, menurut saya. Semua itu menariknya juga jadi kombinasi yang saat beliau sedang bermain gitar atau sedang berseluncur dengan -nya.
Dikenal dengan keberaniannya dalam mengeksplorasi seksualitas dalam berkarya, Djenar Maesa Ayu menonjol di antara seniman Indonesia. Bekerja sama dengan Ubud Writers & Readers Festival, kami berkesempatan untuk menemuinya di rumah bersama dengan partnernya, Kan Lume untuk membahas medium beropini hingga film barunya, “hUSh.”
Tren datang, pergi dan datang lagi seiring perkembangan zaman. Namun saat tren tersebut bertransformasi menjadi sebuah budaya, ia akan tinggal di sana. Salah satunya terjadi pada industri clothing Bandung yang ikonik itu.
Temukan siapa dirimu dan bagaimana karaktermu menentukan arah masa depan.