Music

15.05.17

Seleksi Karya: XL Recordings

XL Recordings merupakan sebuah kolektif turunan Beggars Group yang didirikan Nick Halkes, Richard Russell, dan Tim Palmer pada tahun 1989. Sempat mengalami reformasi genre yang dibawa di awal kemunculan, mereka berhasil melewati lintasan zaman sebelum akhirnya meraih kesuksesan. Melahirkan deretan musisi ikonik mulai dari The Prodigy, Radiohead, sampai Adele, berikut adalah beberapa album terbaik yang pernah dilahirkan XL Recordings.

10.05.17

Nada Dunia bersama Suarasama

Melalui bunyi dan melodi, Suarasama telah mengangkat khasanah musik lokal ke tataran internasional. Bekerja sama dengan Ruru Corps, Whiteboard Journal berbincang bersama Rithaony Hutajulu dan Irwansyah Harahap mengenai etnomusikologi, warna musik nusantara, hingga salah konsepsi world music.

01.05.17

Melihat Seni Bekerja

Bekerja sama dengan Go Ahead Challenge, Whiteboardjournal menilik rivalitas Beach Boys dengan Beatles, kisah komik DC, jalan memutar Picasso, hingga metode Hemmingway yang tak biasa. Tulisan ini mengulas tentang berbagai jalan menuju terciptanya karya dan membuka pintu-pintu kreativitas diantaranya.

04.01.17

Bunyi dan Bebunyi bersama Senyawa

Bekerja sama dengan G Production, Senyawa menampilkan konser yang menutup tahun 2016 dengan penuh kesan. Diantara persiapan mereka di belakang panggung, Whiteboard Journal mengobrol bersama Rully Shabara dan Wukir Suryadi mengenai pencapaian global mereka, eksplorasi diri, eksotisme dan makna dari lagu-lagu mereka.

01.11.16

Retrospektif Musik bersama Samack

Malang adalah salah satu kota yang menetapkan barometer musik lokal. Di kota ini, sejarah musik rock lokal tumbuh dan berkembang, Malang adalah salah satu tempat dimana musik underground hidup dan dihidupi, dan belakangan mencuat kembali dengan keberagaman musik yang segar dan menarik. Whiteboard Journal berbincang bersama salah satu pegiat scene sekaligus pelaku sejarah musik di kota Malang, Samack mengenai sejarah, dikotomi daerah-pusat hingga potensi yang ada disana.

19.10.16

Mengabadikan Zaman bersama Garna Raditya

Semarang sering luput dari radar youth culture yang terjadi di seputaran Indonesia. Padahal, di dalamnya juga terjadi pergolakan dan semangat yang sama dari anak-anak mudanya. Garna Raditya adalah salah satu sosok penting yang menghidupkan scene Semarang melalui aktivitasnya sebagai gitaris di dua band legendaris Semarang, AK//47 dan OK Karaoke. Whiteboard Journal berbicara dengan Garna yang kini tinggal di Amerika mengenai albumnya, serta pentingnya perkembangan literasi.

Load More Articles whiteboardjornal, search

Subscribe to the Whiteboard Journal newsletter

Good stuff coming to your inbox, for once.