Setelah mengalami masa kejayaan di tahun 90-an, hip hop kembali menyemarakkan skena musik Indonesia. Hadir dengan warna baru dan didukung dengan tren subkultur yang ada, hip hop hari ini mampu merepresentasikan para emerging artist yang ingin menyuarakan kegundahan dan menunjukkan passion dalam bentuk karya padat referensi.
Kebanyakan orang tahu Ratta Bill dari bandnya bernama Bedchamber, tapi mungkin sedikit yang tahu kalau dia juga adalah desainer grafis dan sudah pernah mendesain album sampai poster konser. Nah, pada Gimme 5 kali ini, kami menanyakan hal selain musik, yakni - tentu saja - 5 album yang cukup dalam menginspirasinya sebagai desainer grafis.
Memang banyak seniman visual yang oke di Amerika dan Eropa, namun langkah menarik diambil oleh Flying Lotus saat ia justru memilih komikus horror Jepang Shintaro Kago untuk mengerjakan nya. Dengan gaya horornya yang dan , seakan , hasil benar-benar mengesankan dan dengan kesan yang ingin disampaikan oleh musiknya. Kalau di atas masih kurang, mungkin bisa cek bagaimana tiap disajikan dengan seri yang brutal di internet.
Ini personal, tapi dari dulu saya memang mengagumi mbak Claire Boucher dengan segala ambisi dan idealisme yang ia tumpahkan pada proyek solo elektronik popnya, Grimes. Ia mempunyai visi artistik yang kuat, baik dari segi musik dan visual, dan untuk meraih ideal tersebut seringkali ia turun langsung untuk memproduksi karya-karyanya semuanya sendiri. Pada yang ia kerjakan ini, ia meminjam gaya horor Jepang () dengan layout yang menarik untuk merepresentasikan album kedua Grimes yang memiliki spektrum cukup luas baik dari segi referensi dan tema. Mari ambil waktu sejenak untuk mengapresiasi detail pada desain panel merahnya
Parquet Courts adalah band art rock yang paling menarik saat ini. , lihat saja bagaimana musik mereka sangat selaras dengan yang dikerjakan sendiri oleh -nya, Andrew Savage. Artistik, , penuh humor dengan penataan yang seenaknya, seakan Savage sudah menelan semua materi kelas seni dan desain matang-matang untuk kemudian dimuntahkan lagi bersama Parquet Courts. Etos punk bermain tidak hanya pada musiknya, namun juga pada kontribusi nya.
Seringkali karya terkesan membosankan, bahkan terasa sebagai jalan pintas karena malas menggali ide yang lebih dalam. Namun saya tidak bisa memungkiri betapa berhasilnya Rage Against The Machine memparodikan karya Love oleh Robert Indiana menjadi “Rage.”
Sulit rasanya untuk menemukan band hardcore punk yang memiliki gaya visual sekuat Black Flag. Tema ofensif dan garis yang tegas, beberapa artwork hasil garapan Raymond Pettibon seperti Slip It In, Police Story dan Jealous Again benar-benar membentuk karakter Black Flag hingga menjadi band hardcore punk paling pada masanya. Kejanggalan proporsi yang menunjukkan bagaimana ia tidak pernah mengambil pendidikan seni justru membuat kesan karyanya semakin kuat sebagai salah satu representasi skena musik di Amerika era 80an, tapi tolong jangan bicarakan tentang dari album terakhir Black Flag.
Mengunjungi Ibukota Malaysia, Kuala Lumpur dan menemukan berbagai gairah kreatif dari anak mudanya. Mulai dari toko musik, galeri seni kontemporer, ruang arsitektur hingga desain. Sembari mengevaluasi diri mengenai apa yang bisa kita bangun untuk kota yang kita tinggali.
oleh: Muhammad Faisal
Andika Surya dikenal sebagai gitaris dari unit chaotic-hardcore, ALICE dan kini dengan moniker barunya, Collapse yang bermain indie/alternative rock. Namun ternyata di luar itu, Dika menggemari musik buatan Frank Ocean. Kali ini, melalui Gimme Five, Andika menuturkan lima lagu terbaik Frank Ocean versinya. Berikut adalah daftar lengkapnya.
Setelah melihat tweet dari Tyler The Creator yang merekomendasikan lagu ini, saya langsung dengerin dan ini lagu pertama yang membuat saya jatuh cinta sama album Blond(e). Aransemennya lembut, part pianonya hypnotize banget. Saya repeat 8-10 kali sebelum move on ke lagu berikutnya. Dan hanya Frank Ocean yang bisa memanggil Beyonce untuk dijadikan backing vocal di lagu ini. Bagian lagu hanya layer-layer suara latar saja, gak terlalu dipaksakan namun on point. Di samping itu otak di balik lagu ini adalah Pharrell jadi gak diragukan lagi kualitasnya
Klasik. Biasanya akan terasa aneh untuk pengalaman pertama kali mendengarkan lagu Frank Ocean, namun setelah yang kedua kali akan bikin ketagihan; apalagi opening piano + beats-nya buat saya itu memorable banget, dan ending di verse bagian 1 itu ngena banget. Di samping itu Frank Ocean mereferensikan sutradara favorit saya, Gaspar Noe di lirik verse bagian 1. Lagu ini pun menjelaskan mengenai sexual identity dia.
Pertama kali denger lagu ini saya skip karena terlalu stagnan. Tapi setelah diulang-ulang saya makin suka dan ternyata letak keindahannya itu ada di kestagnanan itu sendiri, plus liriknya yang kuat. Entah kenapa secara emosional saya terkoneksi dengan lagu ini. Oiya, jangan lupakan kalo lagu ini adalah lagu putus cintanya dia dengan seorang model. Emo shit.
Pertama kali dikenalkan sama Frank Ocean ya lewat lagu ini. Lagu yang membuat saya jatuh cinta sama dia. Yang bikin saya melongo dan melamun yaitu dari departemen liriknya yang deep banget; ketika dia melakukan sebuah pengakuan pada supir taksi di kursi belakang taksi mengenai cinta dia dengan seorang pria yang bertepuk sebelah tangan.
Lagu ini dibagi menjadi 3 bagian yang nuansanya berbeda-beda. Di verse bagian 2 adalah part paling ajaib dari lagu ini. Ketika beat switch drop saya langsung merinding. Dan di sini Frank Ocean benar-benar explore sampai struktur lagu dan beat yang non-tradisional. Menurut saya ini lagu paling powerful di album Blond(e) dari segi musikalitas dan lirik.
Muhammad Fahri adalah gitaris dari unit horror punk, “Kelalawar Malam”. Di panggung, ia dikenal dengan nama “Fahri Al-Maut” dimana ia bersama Kelalawar Malam menawarkan bangunan musik dengan ritme dan nuansa horror yang mencekam. Dalam episode Gimme 5 kali ini, kami mengundang Fahri untuk memilih lima album musik pilihannya.
Berat, agresif, sekaligus melodis. Lagu - lagu di album ini cocok dinyanyikan bersama sembari mengasah kapak perimbas dan menunggu serangan dari dusun tetangga.
Remission mungkin terdengar lebih laki - laki, tapi Crack the Skye membuat saya ingin mempelajari ilmu kebalnya Grigori Rasputin walaupun katanya itu hanya sebatas mitos.
Jangkauan vokal bagai orang kerasukan, instrumen yang tampak lebih pantas digunakan untuk berburu macan di pedalaman, dan pertunjukan yang lebih mirip ritual tolak bala ketimbang sekedar konser musik. Senyawa adalah sekte.
Lebih dari sekedar grup world music, Suarasama memainkan komposisi yang variatif, poliritmik, namun tetap terdengar natural. Album ini seketika membuat saya menjadi fanboy Irwansyah Harahap.
Adik saya yang pertama kali memperkenalkan saya pada Rabu. Debut album ini disertai dengan kemasan yang menarik. Besek berisi cakram padat dan perlengkapan sesajen sederhana. Putar album ini untuk menghadirkan Asu Baung dalam tidur mu.
Video menjadi medium yang ikut mengembangkan subkultur musik pop pada dekade 90-an hingga medio 2000-an lewat pengaruh MTV yang diadaptasi di banyak negara. Adalah The Jadugar, sebuah proyek dari duo videomaker yang banyak membuat video klip untuk beberapa unit musik dalam negeri sidestream maupun mainstream saat itu. Henry “Betmen” Foundation dan Anggun Priambodo berbagi bingkai dalam karya video musik mereka yang terkesan kitsch dengan banyak memproduksi elemen sederhana.