Film dokumenter garapan Emanuele Gerosa ini menangkap lompatan-lompatan parkur sekelompok pemuda di Palestina, tanah air yang memimpikan kemerdekaan, untuk menunjukkan sekaligus memahami lebih dalam makna eskapisme dari insan-insan berbakat yang tumbuh di atas reruntuhan dan dihantui kengerian setiap detiknya.
Para penggemar yang tidak memiliki privilege untuk menikmati konser idola secara langsung, bisa termanjakan melalui film konser. Bagaimana respons dan minat terhadap film konser?