Pada 4 Oktober hingga 15 November, Indonesian Contemporary Art & Design kembali digelar untuk kali ke-8 dengan tajuk “Murni?” Bertempat di grandkemang Hotel, pameran ini mengangkat persoalan esensi sebuah karya seni sebagai subjek yang memiliki kompleksitas namun layak untuk ditelusuri.
Jakarta Biennale akan kembali diadakan pada November mendatang dengan tema yang lebih ekstensif, yaitu “Jiwa.” Jiwa adalah daya hidup, energi, semangat, dan dorongan hakiki yang menjadi pendorong di balik setiap hasil karya, entah karya lukis, tari, performance, atau bahkan karya nir-rupa sekalipun.
Fotografi telah menjadi bagian dari budaya populer hari ini yang membuat perannya cukup signifikan. Tidak hanya itu, dengan kehadiran berbagai macam teknologi, kegiatan mengabadikan momen ini menjadi lebih bermakna dari sekadar mengambil gambar. Untuk mengetahui seperti apa peran fotografi sekarang, kami berbincang dengan 4 fotografer terkini mengenai perspektif mereka tentang perkembangan fotografi saat ini.
Bekerja sama dengan Ubud Writers & Readers Festival, kami berkesempatan menemui penulis dan akademisi Intan Paramaditha saat berkunjung ke Jakarta untuk membahas hasrat, fiksi, politik seksualitas hingga novel "Gentayangan."
Dikenal dengan keberaniannya dalam mengeksplorasi seksualitas dalam berkarya, Djenar Maesa Ayu menonjol di antara seniman Indonesia. Bekerja sama dengan Ubud Writers & Readers Festival, kami berkesempatan untuk menemuinya di rumah bersama dengan partnernya, Kan Lume untuk membahas medium beropini hingga film barunya, “hUSh.”