In this Open Column submission, Sheilla Njoto invites us to consider one thing in the pursuit that is modern love: Are we dating, or are we just self-marketing?
Dalam submisi Open Column ini, Dzulfikri Putra Malawi mengangkat bagaimana konser Suarasmara Andien menjadi statemennya dalam menyikapi perundungan, dan bagaimana kolektif musik sudah sepantasnya memutus rantai perundungan.
In this Open Column submission, Devi Putri Ramadhani contrasts the monochromatic storytelling direction of Jatuh Cinta Seperti di Film-Film to the looming danger in our lives, that is rampant pollution brought about by the coal-fired power plants, further fanned by domestic banks.
Dalam submisi Open Column ini, Raffyanda Indrajaya mengingat bagaimana lagu-lagu Tigapagi mampu merangkum memori personalnya kala jauh dari rumah, sampai korban persekusi yang dibuat jauh dari rumah masing-masing—sejarah yang dirawat dalam Roekmana’s Repertoire dan Rukiah’s Suites.
Dalam submisi Open Column ini, Retno Setiyowati memperlihatkan bagaimana kita berada di era yang mana 'kelelahan simpati' menjadi alat yang dieksploitasi oleh negara terhadap rakyatnya.
In this Open Column submission, Amira Khanifah lets out a critical reassessment on how several empowering vocabs might actually be wrongly utilized to serve patriarchal agendas instead.
In this Open Column submission, Joycerlyn Chancellor doubles down on exposing the double standards that polices family planning which disregards personal preferences.