In this Open Column submission, Sheilla Njoto invites us to consider one thing in the pursuit that is modern love: Are we dating, or are we just self-marketing?
In this Open Column submission, Aldo Marchiano Kaligis unearths troubling findings of Indonesia showing tacit endorsement in the face of genocide, whereas in times like this, neutrality is not an option.
Dalam submisi Open Column ini, Aldhi Franciscus menyuarakan bagaimana dalam lingkungan negara demokrasi seperti Indonesia, komunikasi pejabat ke masyarakat mestinya tidak malah menambah luka dan memperdalam jarak antara mereka berdua, juga mengingatkan bahwa dalam tanggung jawab yang melekat pada pejabat publik, 'diam' tidak berarti 'emas.'
In this Open Column submission, Aldo Kaligis questions how the arrest of Delpedro Marhaen, a human rights activist and Director of Lokataru Foundation, seems to disregard an international human rights standards framework, as well as the age-old saying regarding messengers.
Dalam submisi Open Column ini, Adinan Rizfauzi menanggapi bagaimana amarah dan rasa kecewa publik terhadap pejabat publik (tak lupa juga rasio perbandingan upah antara keduanya) di hari ini tidak jauh berbeda dari apa yang dirasa oleh Serikat Buruh Kereta Api, beberapa bulan setelah Hari Kemerdekaan.
Dalam submisi Open Column ini, Esha Tegar Putra menceritakan apa yang ia serap dari pertunjukan kelompok Teater Sambilan Ruang di perhelatan Djakarta International Theatre Platform 2025, terlebih mengenai bagaimana kuratorial platform tersebut mengakomodasi ruang keberagaman dan inklusivitas.
Dalam submisi Open Column ini, Kirana Anjani Ariella Lugijana menyandingkan novel Ketika Senja Jatuh di Nara (2025) dengan pembacaannya terhadap Alkitab, dan dengan segala yang terjadi dalam iklim alam dan politik hari ini di Indonesia.