In this Open Column submission, Sheilla Njoto invites us to consider one thing in the pursuit that is modern love: Are we dating, or are we just self-marketing?
In this open column submission, Avi Amerta comes with a friendly reminder that life is not an even road decorated with a red carpet, and entering adulthood is nothing like opening an unlocked door to a leisure space; it's a whole unknown territory. We might find it messy and unpredictable, but we can always learn through the inevitable changes.
In this open column submission, Muhammad Arif Varelino comprehensively highlights the undermining technological nightmare of the 21st century and the urge to figure out the escape route.
Dalam submisi column ini, Andi Muhammad Ihsan menyoroti dan mempertanyakan fenomena grup musik yang "cuma laku" di Indonesia. Disadari atau tidak, jawaban dari fenomena ini berada di sebuah tempat, yakni industri musik Indonesia sendiri.
Dalam submisi column ini, Fajar Shabana Hafiiz menulis cerita tentang kesederhanaan dan bagaimana hidup bergelimang harta benda sering kali membuat manusia berjarak dari hal yang paling fundamental dalam memperoleh kebahagiaan, yakni "dirinya" sendiri.
In this open column submission, Harits Sabarani reimagines life as a boat sailing in the ocean and how our desire toward "destinations" makes the "journey" rarely reflected upon.
Pada submisi column kali ini, Maulana Kautsar Rahmad mengulas keunikan dan unsur lokalitas yang dibawa oleh Lorjhu', musisi asal Madura yang mengeksplorasi berbagai kekhasan asal tanah kelahirannya tersebut di dalam musiknya.