Blog

Latest stories

07.06.16

De La Soul Returns with New Album in August

I don’t think anything could possibly go wrong when badass hip hop unit De La Soul dropped the hottest single of the upcoming album earlier this month. Clearly they keep us who are not patient, waiting for their much-anticipated crowd-funded album, “And the Anonymous Nobody” with the release of 4-track EP called “For Your Pain & Suffering.” Taking hints as much as possible, they know how to market their electrifying songs within kink and nostalgic nuance over narrative package. It took quite a long time for them to mix up some good beats and catchy lyrics as 2012 was the last time they proceed some serious tunes and even visited Jakarta for quick reppin style. The comeback album is fresher than ever with Snoop Dogg is recruited to complement the funky number “Pain” that has gospel-like tone. If Snoop’s low-key vocal haven’t gotten you hooked, the trio has come up with lined-up feature guest appearances from David Byrne, Damon Albarn, Little Dragon, 2 Chainz, Usher and more for this album. What makes it even fun and beguiling is, if you check their latest track via official website, you’ll end up playing interactive lyric video game where you; the player, must maneuver a man holding a microphone away from lyrics and random objects that gradually slide fast across the screen to punch in over 1000 score. Suffice to say, after all this tease, I guess we need to wait a couple of months again before taking laidback time off with soulful songs made outta love by De La Soul.

03.06.16

Dokumentasi Musik Indonesia bersama Irama Nusantara dan Bekraf

Internet datang ketika industri musik sedang mengalami populerisasi baru di tahun 90’an. Sangat disayangkan bahwa pendokumentasian data-data musik pra-internet terbengkalai dan rilisan fisik banyak yang hanya diperhatikan oleh beberapa kalangan yang mengkoleksinya. Isu ini kini menjadi bahasan hangat di antara pecinta musik yang merasa pendataan musik Indonesia yang kaya akan pengaruh tren musik yang beredar sekarang sangatlah kurang. Berkaitan dengan keprihatinan akan hal tersebut serta dilandasi oleh kecintaan terhadap musik Indonesia, sebuah yayasan bernama Irama Nusantara berinisiatif untuk mengarsipkan musik populer Indonesia dari masa lalu dalam bentuk digital. David Tarigan bersama inisiator lainnya telah mengumpulkan koleksi rilisan fisik dari era 1950’an hingga 1980’an dan mengubahnya ke dalam format digital sehingga publik dapat mengaksesnya musik dari zaman sebelum mereka lahir serta dapat melihat titik awal industri musik popular di Indonesia di era 50’an. Kayanya ragam musik Indonesia, seperti Aida Mustafa, Drakhma, The Rollies dan Koes Brother yang hanya diketahui generasi tertentu, kini bisa menjadi referensi yang dapat diakses secara interaktif melalui perangkat elektronik berbasis internet. Badan Ekonomi Kreatif Indonesia (Bekraf) sebagai instansi negara pun mendukung pengarsipan tersebut ke dalam situs iramanusantara.org guna mendata hasil industri rekaman di Indonesia. Menggunakan sumber data dari Radio Republik Indonesia (RRI), kolektor dan beberapa perusahaan rekaman seperti Lokananta, diharapkan proyek ini dapat berjalan dengan maksimal. Bersama dengan Bekraf, situs Irama Nusantara telah memiliki pengarsipan dalam bentuk digital sedikitnya 1000 rilisan fisik musik Indonesia. Triawan Munaf selaku Kepala Bekraf pun mengungkapkan bahwa pihaknnya optimis ingin menyediakan 100 rilisan digital tiap bulan. Selain mengajak masyarakat untuk lebih mau mengenal dan mencintai karya-karya musik populer Indonesia, upaya ini juga turut mengajak masyarakat untuk ambil bagian dalam inisiatif pengarsipan dan pendokumentasian musik populer Indonesia, yang secara tidak langsung juga berarti ikut melestarikan karya-karya tersebut. Foto dok. Irama Nusantara dan Febrina Anindita

30.05.16

Gordon Blue, Koleksi Tematik dari Phantasma Studio

Datang dari Phantasma Studio, sebuah brand yang dikenal dengan koleksi spesialnya meluncurkan "Gordon Blue" sebuah seri tematik dengan konsep abstrak yang mengeksplorasi kemungkinan di bidang menswear. Warna biru sebagai tema utama, seri ini memanfaatkan sifat biru yang universal sebagai medium ekspresi yang personal dari Eric Liem, otak dibalik brand ini. Diharapkan dengan kemunculan seri ini, akan ada persepsi baru mengenai brand Phantasma Studio yang tak hanya bermain sebagai fashion line, namun juga simbol dari berbagai subkultur lainnya.

21.05.16

It’s Only the End of the World

Film dengan judul pesimis cenderung mengajak penonton untuk tertarik mengintip ceritanya. Sutradara muda asal Canada, Xavier Dolan, merupakan salah satu yang dikenal menggunakan judul film simple namun mengena. Sering mengangkat setting subkultur yang membalut isu tabu sekitar ranah domestik dan sosial, Dolan kembali menggelitik rasa penasaran penikmat film dengan deretan aktor kawakan, dari Gaspard Ulliel hingga Vincent Cassel yang akan memainkan sebuah cerita berdasarkan adaptasi teater tahun 1990 karya Jean-Luc Lagarce, berjudul “It’s Only the End of the World.” Banyak ulasan mengenai film ini yang mengatakan bahwa Dolan kembali menggasak sebuah isu yang dekat dengan kenyataan untuk mendistraksi kesempurnaan hidup, kali ini korbannya adalah hidup sebuah keluarga. Mengangkat tema keluarga, film ini tak hanya menunjukkan pesimisme di dalam judul tapi juga keseluruhan cerita. Bagaimana seseorang yang lama meninggalkan keluarganya memutuskan untuk kembali dengan berita bahwa dirinya sekarat menjadi premis utama. Mungkin di cerita lain sang tokoh utama akan dibawa untuk mendapati sisa akhir hidupnya dengan kesenangan yang sebelumnya tak bisa didapat karena berbagai batasan yang tersemat dalam hidupnya. Tapi di dunia Dolan, hal itu nampaknya bukan perkara penting. Dengan mengajak penonton untuk terbawa dalam sebuah dunia yang ia ciptakan, Dolan merancang sebuah teks berupa mimpi buruk yang didesain secara detail. Sinematografi yang dekat dan seakan merekam emosi yang ada di cerita pun menambahkan drama di wajah tiap karakter dan jalan cerita. Dokumenter sebuah keluarga modern bisa jadi alias untuk film ini. Keluh kesah yang terlontar dari mulut anggota keluarga berkarakter berbeda pun menjelaskan intrik yang sejatinya akan selalu hadir dalam sekumpulan orang walau terkait dengan pertalian darah. Walau terlahir di tahun 1989, Dolan membuktikan dirinya patut dipertimbangkan sebagai lawan para sutradara ternama untuk menghadirkan pilihan film intens untuk penonton dan “It’s Only the End of the World” pun menjadi film yang ditunggu-tunggu tahun ini.

12.05.16

Ramayana Soul Merilis LP 12’ bersama GuruGuru Brain

Ramayana Soul, sebuah band yang mengusung jenis musik psychedelic blues yang cukup menarik perhatian banyak orang mendapatkan kesempatan untuk merilis LP 12’ bersama label rekaman asal Jepang, GuruGuru Brain yang dikenal dengan apresiasi akan musik underground di Asia. Band yang hadir dengan komposisi menarik dan konsep ala kehidupan di tahun 1960 ini telah mendapat respons baik dari orang-orang yang cinta dengan musik yang dapat bercerita dengan atau bahkan tanpa lirik. Menggunakan sitar sebagai salah satu instrumen yang membuat Ramayana Soul memiliki posisi mencolok dibanding musisi lain, lagu-lagu yang dihasilkan seringkali memiliki nafas psychedelic yang kental seakan mendengarkan Ravi Shankar versi rock ‘n’ roll atau Kikagaku Moyo yang bisa membebaskan pendengar dalam menilik musiknya. Tabla seringkali mengisi aransemen yang dijahit dengan lirik dekat penonton melalui alunan vokal seperti chanting lagu India namun tetap menjejakkan eleman lokal dalam pilihan diksi yang mengemas cerita dengan apik. Dengan keunikan yang terus terlihat dalam tiap performa mereka, GuruGuru Brain kemudian mengajak mereka untuk bergabung dalam label dengan LP “Sabdatanmantra” sebanyak 350 keping. Setelah menampilkan albumnya di akun Bandcamp GuruGuruBrain sejak April lalu, respon yang didapat sangatlah baik dimana kemudian hari sebuah pesta untuk merayakan pesta rilisnnya LP ini di Gudang Sarinah Ekosistem, Pancoran Jakarta pada 14 Mei 2016 bekerja sama dengan Ruang Rupa, RURU Gallery, RURU Radio dan RURU Shop. Ramayana Soul akan membawakan beberapa materi baru album kedua untuk pertama kalinya di sini sekaligus menjual LPnya. Selain itu, band indie legendaris Karon N Roll dan The Lampu akan mengisi acara untuk memeriahkan pesta yang akan digelar mulai jam 18:30. Siapkan tarian dan bebaskan jiwa raga akhir pekan ini! - Sabtu, 14 Mei 2016 18:30-23:00 HTM IDR 25,000 Gudang Sarinah Ekosistem Jl. Pancoran Timur II No.4 Pancoran Jakarta

11.05.16

MINDZAPP 4

Kolektif Studiorama kembali dengan Mindzapp, sebagai salah satu agenda mereka yang menonjolkan musik eksperimental sebagai sajian utama. Kali ini untuk keempat kalinya, Mindzapp hadir membawa musisi Jepang yang sebelumnya pernah tampil di Jakarta, Kazuhisa Uchihashi. Acara yang akan digelar pada hari Jum’at 13 Mei 2016 pukul 19:30 WIB di Borneo Beer House, Kemang, Jakarta ini memberikan alternatif bagi mereka yang ingin merayakan Friday the 13th dengan bebunyian eksperimental. Uchihashi yang telah aktif mengembangkan musik sejak 1983 dengan berpusat pada improvisasi bebas, telah memperluas kemungkinan-kemungkinan baru dalam permainan gitar dengan inovasi berbagai efek suara akan tampil dengan bantuan visualisasi menarik dari tim visual Studiorama. Selain itu, akan ada Sawi Lieu yang akan menampilkan set yang belum pernah ia bawakan sebelumnya. Akan ada juga salah satu band baru potensial, rekah yang akan memanaskan suasana, selain itu Division Fracture, Betonhitam, dan Voc.aL juga akan menampilkan penampilan terbaiknya.

Load More Articles whiteboardjornal, search
whiteboardjournal, play
Video
NOW PLAYING

W_Music Series Vol.05: Indra Lesmana

Invent Your Future

Temukan siapa dirimu dan bagaimana karaktermu menentukan arah masa depan.


Tentukan Di Sini whiteboardjournal, search

Follow us on social media

Instagram whiteboardjournal, search Facebook whiteboardjournal, search Twitter whiteboardjournal, search

Subscribe to the Whiteboard Journal newsletter

Good stuff coming to your inbox, for once.