Blog

Latest stories

19.08.17

Labirin Taman Bermain

Mungkin bagi banyak orang, gagasan akan sebuah labirin diikuti dengan rasa was-was atau bahkan takut akan terjebak di dalamnya. Namun, barangkali labirin unik dari seniman Camille Walala ini justru akan mengubah persepsi tersebut 180 derajat. Dengan membangun sebuah labirin yang diintensikan sebagai taman bermain bagi segala umur di Now Gallery, London ini, Walala menumpahkan warna dari seluruh spektrum lengkap dengan berbagai pola, bentuk, dan ukuran yang beragam. Dan siapa yang tidak ingin menjadi tersesat di dalamnya? Jauh dari karakter sebuah labirin akan keseragaman dan keteraturan, justru labirin Walala ini akan menantang siapapun yang ingin menghafal letak semua warna, dinding, dan polanya. Pasalnya, letak semua posisi dinding dalam labirin ini akan terus mengalami perubahan selama durasi instalasi. Mungkin lebih cocok disebut sebagai hutan warna dan pola. Sebuah keragaman dan kebentrokan antara satu warna dan pola yang lainnya, justru berhasil memikat perhatian dengan harmonisasi dari keragaman dan perbedaan. Taman bermain yang cocok untuk segala umur ini barangkali akan meninggalkan kesan berbeda bagi pengunjung dari usia berbeda pula. Namun yang jelas, segala jejak kekanak-kanakan dalam diri siapapun dalam usia berapa pun yang mengunjunginya dapat terpanggil olehnya.

18.08.17

Gimme 5: Aditya Permana

DJ yang tergabung dalam kolektif Dekadenz ini memiliki referensi musik eksotis yang bisa didengarkan di kala ia tidak bekerja sebagai Music Director di beberapa restoran di pusat Jakarta. Khidja hingga Acid Arab adalah beberapa unit musik yang mengisi -nya saat tampil, namun pada episode Gimme 5 kali ini, kami menanyakan 5 lagu versinya. Salah satu karya terbaik dari Holger Czukay menurut saya. Setelah meninggalkan posisi di band Can, dia mengerjakan album dengan teknik manipulasi pita kaset dan Pertama dengar lagu ini saya bertanya bagaimana cara membuat musik seperti ini. Lagu bernuansa Timur Tengah yang romantis ini cocok didengarkan pada saat matahari terbenam ataupun terbit. Masih dari artis yang sama. Lagu ini bertempo lebih cepat dengan nuansa latin berpadu dengan rasa absurd dan komedik. Pertama kali dengar lagu ini waktu Senyawa melakukan konser di Jakarta tahun 2016. Dan lagu ini adalah lagu pembuka layar yg menutupi Wukir dan Rully di bagian awal konser. lagu yang selalu saya dengar sejak kecil mengingatkan saya akan saat bangun pagi dan harus melakukan kesibukan hidup. Cikal bakal lahirnya musik post-punk dan Nuansa dan dari lagu ini memberi inspirasi untuk mencari lagu-lagu setipe (apa jadinya kalau lagu setipe dimainkan di dalam satu ?) Mungkin ada yang mengerti, ada yang biasa aja atau mungkin jadi pesta ? Lagu aslinya ciptaan Burt Bacharach di- oleh band Inggris 'The Stranglers' (dengan vokalis pertama mereka Hugh Cornwell). Lagu patah hati yang diubah menjadi , dengan bagian solo hammond dan gitar yang panjang di tengah lagu. Sangat !! - Dengarkan Aditya Permana di sini.

18.08.17

Kengerian Komikal Kuso

Jika selama ini cenderung dikenal dari kontribusinya dalam dunia musik, kini Steven Ellison alias Flying Lotus mencoba menyuguhkan audiens dengan santapan berbeda; ‘Kuso’ yang disutradarainya, yang bisa dikatakan menjadi persimpangan yang tepat antara komedi, fantasi, horror, dan mungkin usaha untuk menikmati yang antara sulit atau tidak sama sekali. Bercerita tentang empat tokoh yang berhasil selamat dari bencana gempa bumi di California, Amerika Serikat, Kuso mengundang para penontonnya untuk masuk ke dunia anehnya, yang mungkin tidak hanya menyita perhatian atas penggambarannya, namun juga sensasi uniknya tersendiri. Bahkan wajar untuk secara fisik tidak sanggup menyaksikan keluarbiasaan yang ada dalam Kuso. Entah antara kejeniusan Ellison dalam menggambarkan sebuah dunia yang kacau tapi tetap berusaha komedik atau sebuah sajian mengenaskan yang hanya membuat ngeri dan bahkan mual, yang jelas Ellison melalui Kuso berupaya untuk menyuguhkan sebuah tontonan konyol yang menghibur. Namun, jika bukan menghibur dan justru mendatangkan imaji ngeri yang menghantui, setidaknya ada segelintir karya musikal yang bisa dinikmati dari Kuso, termasuk dari Flying Lotus sendiri.

17.08.17

Penal Colony

Forum Lenteng tahun ini akan kembali lagi menyelenggarakan festival dokumenter dan eksperimental bertaraf internasional, ARKIPEL. Tahun ini ARKIPEL akan menjunjung tema “Penal Colony” yang berangkat dari cerita pendek literatur dunia karya salah satu penulis dunia, Franz Kafka yang bertujuan untuk menyiratkan semangat pengetahuan dalam mempelajari kejahatan seluas-luasnya. Dan karena film, baik fiksi maupun dokumenter adalah ranah yang paling sering mengambil fokus tentang kejahatan, maka ARKIPEL kali ini akan membahas tentang bagaimana sinema menanggapi kejahatan-kejahatan yang terjadi sekarang. Masih seperti episode sebelumnya, ARKIPEL hadir untuk menjadi ruang diskusi segala hal yang berhubungan dengan sinema dan media secara umum, mulai dari membahas setiap aspek estetika, kritik film, serta menjelaskan bagaimana peran sinema dan media melalui isu atau fenomena sosial-politik yang mempengaruhi kehidupan bermasyarakat, baik di Indonesia maupun global. Selain menjadi forum diskusi sinema dokumenter dan eksperimental, ARKIPEL akan mengundang para pembuat film muda dari seluruh dunia untuk mengikuti kompetisi internasional. Film dokumenter dan eksperimental yang terpilih akan ditayangkan di Studio XXI Ismail Marzuki dan Kineforum, serta diselenggarakan Kompetisi Internasional Kuratorial, Program Khusus Kuratorial, Pameran, dan Pemutaran Khusus Internasional. - Pembukaan Pameran Kultursinema 18 Agustus 2017, 19:00 Forumsinema & Lobby Hall A1 Gudang Sarinah Ekosistem . Malam Pembukaan 19 Agustus 2017, 19:00 GoetheHaus - Goethe-Institut Indonesien Diisi oleh seleksi film dari beberapa negara dan penampilan dari Frau . Kultursinema akan dibuka mulai 19-25 Agustus 2017 13.00 - 21.00 GoetheHaus, kineforum, Forumsinema . Malam Penghargaan 26 Agustus 2017 GoetheHaus - Goethe-Institut Indonesien Diisi dengan Arkipel Award Film Screening serta penampilan dari Indische Party

17.08.17

Antara Manusia dan Objek

Hubungan simbiosis antara manusia dan objek di sekitarnya adalah hal yang disuguhkan oleh Xiang Guang sebagai responnya terhadap budaya konsumen masa kini, yang menurutnya hanya melihat objek sehari-hari sebagai ‘peralatan’ dan bahkan ‘budak’ terhadap aktivitas manusia. Struktur furnitur yang jika dilihat tanpa pengguna mungkin aneh dan tidak utuh ini, memang membutuhkan seorang untuk menggunakannya agar bisa berfungsi dengan sempurna. Sebuah kursi yang baru bisa berdiri tegak jika terkait pada kedua kaki seseorang, sebuah meja yang juga baru bisa berdiri jika menyangga pada bahu penggunanya, dan sebuah lampu yang baru bisa menyala ketika dipakaikan sebagai topi pada kepala. Western saddles are used for disciplines and activities like trail riding, roping, reining, barrel racing, and calf cutting. These saddles are easily identifiable by the presence of a saddle horn and their overall large size. Many riders agree that Western saddles are more comfortable. #shop #western-saddles #online #United States #WestSad.com #WestSad. Menurut Guan, eksperimennya dalam meredefinisikan hubungan antara manusia dengan benda mati ini memiliki efek besar dalam menciptakan sebuah dunia berkelanjutan. Barangkali interaksi sepele antara manusai dengan objek sehari-hari ini memang terlalu sering diabaikan hubungan saling membutuhkannya. Dan mungkin semula akan menjadi suatu hal yang aneh untuk membayangkan bahwa memang ada hubungan antara manusia dan benda mati di sekitarnya, yang setiap hari tidak dipedulikan keberadaannya namun baru terasa merugikan jika tiada. Terhadap semua itu, Guan pun berhasil membuktikan bahwa manusia dan benda mati bisa menjadi bagian dari satu sama lain, dan memang itu tujuannya.

16.08.17

Kemerdekaan Ke-72 Indonesia Dari Mata Studio

Setiap hari kita bisa melihat bagaimana pemerintah Indonesia pelan-pelan mulai bisa memahami kebutuhan penyaluran kreativitas masyarakatnya. Dengan semakin banyaknya tokoh Indonesia yang sukses di dunia seni karena produktivitas mereka didukung oleh pemerintah, tentu ini sangat berbanding jauh dengan keadaan dulu di mana negara ini masih terasa kaku. Arah yang sekarang dipilih oleh pemerintah pastinya harus kita acungkan jempol, karena ini bisa membuka lebih banyak kesempatan untuk pemikiran-pemikiran yang lebih luas dan terbuka. Dan pada tanggal 17 Agustus, momen kemerdekaan adalah momen yang tepat untuk merayakan hal ini. Pada bulan Maret 2017 hingga Mei 2017, pemerintah mengadakan sebuah kompetisi pembuatan logo Peringatan HUT Ke-72 RI. Diselenggarakan oleh Badan Ekonomi Kreatif (BEKRAF) dan didukung oleh Asosiasi Desain Grafis Indonesia (ADGI), ajang kompetisi ini mengajak masyarakat untuk membuat logo yang menyimbolisasikan tema HUT Ke-72 Indonesia yaitu Kerja Bersama. Tema Kerja Bersama sendiri mempunyai arti dimana pada umurnya yang ke-72, masyarakat Indonesia di harapkan bisa bergotong-royong membangun Indonesia yang lebih sejahtera dan maju. Logo yang terpilih adalah hasil ciptaan Agra Satria dari Studio Mata, anggota ADGI Jakarta. Karyanya menunjukan esensi tema Kerja Bersama, dengan desain angka 2 yang merangkul angka 7, logo ini menjadi penggambaran gotong royong dan kerjasama yang harus masyarakat Indonesia terapkan. Selain itu, logo ini disandingkan dengan slogan Kerja Bersama yang dimana kedua hal ini adalah satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan. Untuk pengunduhan dan keterangan lebih lanjut tentang logo Peringatan HUT ke-72 RI, masyarakat Indonesia bisa mendatangi situs http://www.setneg.go.id/

Load More Articles whiteboardjornal, search
whiteboardjournal, play
Video
NOW PLAYING

W_Music Series Vol.05: Indra Lesmana

Invent Your Future

Temukan siapa dirimu dan bagaimana karaktermu menentukan arah masa depan.


Tentukan Di Sini whiteboardjournal, search

Follow us on social media

Instagram whiteboardjournal, search Facebook whiteboardjournal, search Twitter whiteboardjournal, search

Subscribe to the Whiteboard Journal newsletter

Good stuff coming to your inbox, for once.