visual art

13.04.16

Kompetisi Karya Trimatra 2016

Komunitas Salihara sebagai salah satu di Jakarta yang menghadirkan elemen penting di dunia seni kini kembali mengadakan Kompetisi Karya Trimatra yang mengajak para seniman muda untuk berpartisipasi. Mengikuti kesuksesan kompetisi sebelumnya pada tahun 2013 yang membebaskan semua submisi dengan tema personal, Salihara kini menyematkan tema yang terkait dengan perubahan lingkungan yang kian kompleks namun luput dari perhatian masyarakat. Dengan menyediakan dewan juri yang terdiri dari beberpa pihak yang memiliki andil dalam dunia seni Indonesia, mulai dari pematung Anusapati, kurator Asikin Hasan, arsitek Eko Prawoto, pemerhati seni rupa Natasha Sidharta serta penata panggung Jay Subyakto, Salihara berniat untuk menyeleksi pemenang berdasarkan tingkat fleksibilitas tiap karya. Peserta diharapkan berhasil mengimplementasikan kriteria dari dewan juri yang merepresentasikan nilai estetika, gagasan cerita yang jernih, teknik pembuatan serta presentasi final yang melampaui kaidah umum, namun padu dengan nilai ekologi dan kebudayaan dalam masyarakat. Kalian bisa mengajukan rancangan karya beserta ide atau penjelasan gagasan karya sesuai persyaratan Komunitas Salihara sebelum tenggat waktu pada 31 Mei 2016. Proses penjurian akan terjadi dalam dua gelombang, pertama pada bulan Juni yang akan menyeleksi 50 rancangan. Lalu, mereka yang terpilih akan diminta mengirim karya final sebelum 30 September 2016 untuk kembali melewati tahap seleksi top 25 finalis di bulan Oktober untuk kemudian dipilih menjadi pemenang I, II dan III. Kompetisi berjangka panjang ini nantinya akan memamerkan 25 karya finalis—termasuk pemenang I, II dan III—akan dipamerkan di Galeri Salihara pada akhir November 2016. Kunjungi http://www.salihara.org/programs/visual-arts/exhibition/detail/kompetisi-karya-trimatra-salihara-2016 untuk informasi selengkapnya dan selamat berkompetisi! Teks: Febrina Anindita Foto doc. Komunitas Salihara

12.04.16

Esensi Rumah dalam Pameran Bertajuk “Rumah” oleh Anton Ismael

Seiring tumbuh kembang individu, keberadaan rumah, tak hanya menjadi kebutuhan primer, tapi juga sebagai tempat untuk mencari kenyamanan setelah lama menempuh waktu di jalan atau berpikir keras di kantor. Rumah seringkali dikaitkan dengan keluarga inti yang menemani seseorang dalam mengekplorasi jati diri dan kemampuan yang ada. Aktivitas yang terjadi di dalam rumah cenderung bersifat spontan namun memiliki tata karma yang dibuat serta diturunkan dari keluarga besar. Menggunakan gagasan rumah beserta memori yang tertangkap dan tercipta di dalamnya, Anton Ismael menyampaikan kekuatan rasa akrab dari rumah dalam pameran tunggal berisi macam bentuk karya menggunakan berbagai medium. Anton bersama dengan Ade Darmawan sebagai kurator, menonjolkan kekuatan rumah dalam mempengaruhi imaji seseorang. Sisi lembut tiap orang yang berkunjung ke pameran ini akan tersentuh oleh relevansi cerita di balik tiap karya yang tersaji. Sebuah ruang dan kuas, cat, serta kertas disediakan Anton untuk menggambarkan ‘bentuk’ rumah yang hadir di angan pengunjung. Tentunya sebagai seniman maupun fasilitator, Anton dan Ade tak luput menyampaikan cerita dengan alur emosional yang mengingatkan kita dengan rumah. -- Pameran: 1 April – 15 Mei 2016 Selasa-Minggu jam 11:00-19:00 di RUCI Art Space Jl. Suryo No. 49, Kebayoran Baru Jakarta Foto: doc. RUCI Art Space

14.09.15

Cahaya Pelukis Kota

Teknologi smartphone telah menjadi sesuatu yang esensial di kehidupan kita sehari-hari. Huawei memperkenalkan Huawei P8 dengan fitur-fitur canggih yang sangat berguna dalam berkarya dan berkreasi. Bersama seniman grafitti NSANE5, kami mencoba salah satu fitur Huawei P8 yaitu Melukis Cahaya.

Subscribe to the Whiteboard Journal newsletter

Good stuff coming to your inbox, for once.