Untuk sebagian orang, penting rasanya untuk mengabadikan setiap momen-momen penting di kehidupan sehari-hari, dan karenanya kamera menjadi suatu hal yang tidak bisa dilepaskan dari aktivitas harian. Kini fungsi dari kamera dan foto yang dihasilkan tidak lagi hanya sebatas mengabadikan momen, melainkan hal-hal lain yang lebih luas, seperti untuk menghasilkan karya seni, karena itu berbagai jenis dan fungsi kamera cukup menjadi pertimbangan bagi setiap penggunanya. Uniknya saat ini tidak hanya kamera digital yang diidolakan, tetapi kembali tenarnya kamera analog.
Sekarang ini kamera analog tidak lagi sulit ditemukan, begitu pula dengan film beserta lainnya seperti lensa, batu baterai, tempat kamera, hingga komunitasnya, hal ini menunjukkan semakin banyaknya minat dan ketertarikan pencinta fotografi untuk memakai atau mencoba kamera analog dan membuat hal-hal tenggelam ini kembali ke permukaan. Hasil foto menggunakan kamera ini tidak kalah dengan hasil foto digital, melalui proses analog seperti menentukan tingkat kecerahan, tone warna, dan efek-efek seperti pun bisa dilakukan juga pada hasil foto analog, poin-poin inilah yang membuat fotografi analog menjadi lebih humanis karena pengerjaannya yang manual.
Jellyplayground merupakan salah satu inisiatif yang bergerak di bidang fotografi analog, berawal dari blog pribadi pada tahun 2009, saat ini Jellyplayground lebih akrab dikenal sebagai salah satu media penghubung para pecinta analog. Dimulai dari menjadi film dan kamera, hingga akhirnya mulai menjual untuk memperluas eksistensinya. Kehadirannya disambut antusias oleh para pengguna kamera jadul ini, karena keaktifannya berbagi informasi-informasi lewat fotografi analog dan membuat orang-orang tertarik untuk mencobanya. Tidak jarang Jellyplayground pun mengadakan jalan-jalan santai sembari foto, tujuannya mengajak para pengguna kamera analog untuk bertemu dan pengalaman satu sama lain.
Jellyplayground rutin membuat sebuah bazaar yang menjual berbagai macam kebutuhan dan perlengkapan fotografi analog, alasan dibuatnya acara ini adalah untuk memperkenalkan hobi ini ke khalayak yang lebih luas dan menciptakan interaksi langsung antara para penggunanya dengan hal-hal terkait, bahwa fotografi analog tidak melulu soal kamera dan filmnya saja, namun juga tentang -nya, tekniknya, cara penyimpanan filmnya, dan lain-lain. Di era serba praktis ini tidak ada salahnya untuk mencoba hal atau hobi baru seperti fotografi analog, karena sudah tidak sulit untuk memulainya.
Silahkan cek Jellyplayground di blog dan Instagram.
Telah ada sejarah panjang tercipta di bidang fotografi, dan seiring berjalannya waktu, berbagai hal baru lahir dan membawa perubahan di bidang ini. Melalui mata dan lensa kamera dua sosok kreatif di bidang fotografi, Whiteboard Journal melihat bagaimana bidang ini telah berkembang.
Seiring tumbuh kembang individu, keberadaan rumah, tak hanya menjadi kebutuhan primer, tapi juga sebagai tempat untuk mencari kenyamanan setelah lama menempuh waktu di jalan atau berpikir keras di kantor. Rumah seringkali dikaitkan dengan keluarga inti yang menemani seseorang dalam mengekplorasi jati diri dan kemampuan yang ada. Aktivitas yang terjadi di dalam rumah cenderung bersifat spontan namun memiliki tata karma yang dibuat serta diturunkan dari keluarga besar.
Menggunakan gagasan rumah beserta memori yang tertangkap dan tercipta di dalamnya, Anton Ismael menyampaikan kekuatan rasa akrab dari rumah dalam pameran tunggal berisi macam bentuk karya menggunakan berbagai medium. Anton bersama dengan Ade Darmawan sebagai kurator, menonjolkan kekuatan rumah dalam mempengaruhi imaji seseorang.
Sisi lembut tiap orang yang berkunjung ke pameran ini akan tersentuh oleh relevansi cerita di balik tiap karya yang tersaji. Sebuah ruang dan kuas, cat, serta kertas disediakan Anton untuk menggambarkan ‘bentuk’ rumah yang hadir di angan pengunjung. Tentunya sebagai seniman maupun fasilitator, Anton dan Ade tak luput menyampaikan cerita dengan alur emosional yang mengingatkan kita dengan rumah.
--
Pameran:
1 April – 15 Mei 2016
Selasa-Minggu jam 11:00-19:00
di RUCI Art Space
Jl. Suryo No. 49, Kebayoran Baru
Jakarta
Foto: doc. RUCI Art Space
For those who are curious about what the atmosphere is like in Indonesia’s burgeoning independent music scene, Irockumentary.com is a website that must be visited. Started in 2009 by photographer Agung Hartamurti as a hobby, Irockumentary’s photographic archive quickly grew into the premier website for concert photography, with a roster of contributors from all over the nation.
Anyone who likes to browse photo-sharing or news sites would know that an insane number of photographs are shared on the Internet per day. Some of us might even contribute regularly to the growing collection of pictures. But we must not forget that before the digital era, a physical place was needed to make such exchanges possible. Galeri Foto Jurnalistik Antara was the first institution in Indonesia that united lovers of photography.
Travel stories of India are always intriguing. Through this wonderful photography journey Ridzki Noviansyah took during his stay evoke images of a place whose traditions and spirituality are deeply rooted in the fabric of their society. The garment, the architecture, the art – all oozing an abundance shapes, vibrant colors, and history. Its chaos seems otherworldly, foreign yet still grounded and human.