Open Column

Column
26.11.15

Lima Film Baik

Pada tulisan pertamanya di section column, Alvi Iftikhar bercerita mengenai film-film yang memiliki makna lebih baginya. Lebih dari kategori film bagus, film-film pilihannya adalah karya yang mampu menggugah bahkan melalui alur cerita sederhana. Mulai dari film karya Woody Allen, hingga Yasujiro Ozu, Alvi mengajak pembaca untuk tertawa dan juga merenung melalui lima film pilihan ini.

Column
19.11.15

Nada dari sisi Timur Pulau Jawa

Setiap hari ada band baru yang muncul di bumi Indonesia. Jawa Timur sebagai salah satu bagiannya menyimpan potensi yang menarik untuk digali lebih dalam. Tulisan ini akan menuliskan 11 nama dari Malang dan Surabaya, yang menarik untuk didengarkan dan ditunggu perkembangannya di masa yang akan datang.

Column
29.10.15

Notasi Virtual

Dalam artikel Column kali ini, Ken Jenie bercerita mengenai teknologi digital dan bagaimana keakraban orang dengan desain interface dalam komputer memberi akses lebih luas kepada masyarakat yang ingin menuangkan ide dalam bentuk karya musik.

Column
22.10.15

A Look Into A (Love) Life

In her second submission for Open Column, Feby Ramadhani continues with her theme of interpersonal communications and technological advancement. In this case, her essay addresses the relationship and interaction between people and the ever developing digital industry.

Column
08.10.15

Lirik, Lagu dan Sebagainya

Karena sedang belajar menulis lirik dalam bahasa Indonesia, Ken Jenie membahas beberapa ide mengenai sifat bahasa, dan observasinya di loka karya diskusi "Lirik-Lirikan" yg berlangsung di RRRec Fest bersama beberapa musisi dan penulis lirik terbaik di Indonesia.

Column
01.10.15

50 Tahun Tanpa Jawaban

Tahun 2015 adalah tahun yang penting dalam kalender Hak Asasi Manusia di Indonesia. Tahun ini, telah 50 tahun sejak pembantaian besar-besaran pasca peristiwa G30S/PKI. Sayangnya, lima dasawarsa tersebut terlewat tanpa adanya keadilan yang jelas bagi para korban. Melalui tulisan ini, Muhammad Hilmi mengajak untuk melihat esensi Rekonsiliasi, bukan hanya bagi para korban, tapi juga untuk menentukan arah bagi masa depan bangsa.

Load More Articles whiteboardjornal, search

Subscribe to the Whiteboard Journal newsletter

Good stuff coming to your inbox, for once.