Melalui submisi open column, Mika Sudiro mengemukakan pendapatnya mengenai gap yang kadang tercipta di antara seniman dengan publik. Di dalamnya, Mika melihat bahwa ada potensi lebih pada bagaimana karya seni yang ditransformasi menjadi produk sehari-hari bisa menjadi penghubung di antara gap yang ada.
Di submisi Open Columnya, mahasiswa Master Sociology Didid Haryadi menulis mengenai Sounds From The Corner (SFTC) sebagai kanal musik yang dia nikmati, dan bagaimana pengarsipan dan bentuk sajian oleh SFTC mungkin bisa diaplikasikan untuk jenis acara yang berbeda.
Dari sejarah yang panjang yang penuh cerita sampai pembangungan di masa depan, Rivanlee Anandar menulis mengenai Pasar Senen, sebuah pusat budaya di Jakarta, untuk submisi Open Column.
Dalam perjalanannya ke Jepang awal tahun lalu, Wiko Williams mengabadikan aktivitas yang ada di sekitarnya. Tentang kehidupan yang terjadi saat musim dingin di Kota Tokyo. Kecintaannya terhadap suasana pegunungan membawanya ke kaki Gunung Fuji, dimana ia merasakan magisnya keajaiban alam yang terbentuk sekitar 10.000 tahun yang lalu itu.
Selain musisi, John juga aktif berkarya sebagai fotografer dengan kualitas yang tak kalah dengan kemampuannya di panggung. Pada column pertamanya, ia berbagi mengenai pengalamannya berkunjung ke rumah komposer Tony Prabowo dalam esai foto yang didominasi warna merah.