Pada esai open columnya, Putri Wulandari bercerita mengenai kunjungannya ke Pulau Harapan yang terletak di Kepulauan Seribu, di mana ia melihat sejarah dari waktu ke waktu mengenai apa yang terjadi, sembari menebak ke mana masa depan pulau itu akan dituju.
Pada column-nya kali ini, Muhammad Hilmi menuliskan mengenai bagaimana pergerakan di Indonesia sekarang bisa menjadi antitesis bagi berita buruk mengenai musik.
Di submisi open columnya, Roy Martin Simamora mempertanyakan eksistensi Tuhan berdasarkan pengalaman dan pengamatan pribadinya. Tentang wujud hingga sifat-sifat-Nya, serta pertanyaaan di antaranya.
Through her first published essay, Fransisca Bianca ponders further on how the lingering sensation of past emotions can get some people hooked on an abusive yet inspiring addiction.
Pada column kali ini, Muhammad Hilmi menuliskan kegelisahannya mengenai pola di era modern yang mengesampingkan interaksi sosial antara individu yang tinggal di ruang hidup yang sama. Tentang bagaiamana individualitas bisa menjadi teror yang mengerikan, dan jarak yang mendekatkan, namun justru dimaknai sebagai jurang yang memisahkan.