Jiwa yang Oleng dan Perasaan yang Tidak Masuk Akal itu Tidak Apa–apa
Pada submisi open column kali ini, Bivan Andresha menuliskan pengalaman saat berjuang memahami perasaan dan mengendalikan jiwa sendiri.
Pada submisi open column kali ini, Bivan Andresha menuliskan pengalaman saat berjuang memahami perasaan dan mengendalikan jiwa sendiri.
Pada submisi column kali ini, Irfan Suparman menulis tentang masa depan pendidikan Indonesia jika menerapkan kurikulum industri serta perlunya mempelajari industri sekarang dengan lebih menyeluruh.
Pada submisi column kali ini, Dwi Setyowati menulis tentang bagaimana gotong royong menjadi harapan di tengah carut marut penanganan pandemi sekaligus modal yang baik bagi kita dalam bernegara untuk mengahadapi dunia pasca pandemi.
Pada submisi column kali ini, Yunia Dewi Fathmawati membedah tentang kesendirian dan cara menghadapinya di masa pandemi.
Pada submisi column kali ini, Imamatul Silfia menulis tentang pertanyaan-pertanyaan yang muncul tentang jalan hidup yang tidak ternyata sesuai dengan keinginan.
In this column submission, Viviani Adriel writes about the need to gain control against toxic productivity and the pursue of “slowing down”.