Music

14.04.16

Tika & The Dissidents Menyuarakan Otoritas Tubuh

Seringkali luput dari kesadaran kita, otoritas telah menjadi bagian dari tiap manusia, baik sebagai sang subjek bahkan kadang sebagai sang objek. Otoritas pun dapat hadir dengan kekuatan yang menyalahi tataran kemanusiaan layaknnya sebuah interupsi. Hal ini yang disampaikan oleh Kartika Jahja dengan bandnya Tika & The Dissidents dalam menggubah lagu di album terbarunya “Merah.” Tika yang giat menyuarakan hak perempuan, menulis lagu berjudul “Tubuhku Otoritasku” beberapa tahun lalu yang mengangkat cerita di balik tubuh perempuan dan pengalaman kekerasan yang ia alami. Inspirasi dibalik lagu ini didapat dari tubuh yang lambat laun berubah secara alami atau modifikasi dengan atribut dan dipandang berdasarkan tata karma yang seringkali mengikat layaknya, otoritas tak kasat mata. Bersama kawan-kawannya, Tika membuat sebuah kolektif, Mari Jeung Rebut Kembali (Ika Vantiani, Teraya Paramehta, Savina Hutadjulu dan Shera Rindra) yang menggalakkan hak perempuan melalui medium persuasif, seperti musik. Beragam latar belakang, mulai dari musisi, dosen, anggota NGO hingga seniman yang tergabung dalam kolektif ini memberikan warna dan sudut pandang dalam mengatasi isu yang diangkat Tika. Melalui lagu “Tubuhku Otoritasku” kolektif ini menyerukan ajakan kepada semua orang, tak hanya perempuan, untuk menghargai tubuh tiap perempuan yang memilih untuk terlihat atau terlahir berbeda. Lirik tajam dan penuh emosi terjalin dengan aransemen yang menggambarkan semangat para perempuan yang pernah dipandang sebelah mata karena cara berpakaian, keriput yang menumpuk dimakan zaman, lemak berlebih serta profesi eksentrik. Dalam selebrasi ini, sebuah video musik dibuat berisi cerita dari 30 perempuan berpenampilan beragam. Tiap orang hadir dengan cerita menyentuh melalui ekspresi wajah, gestur dan tulisan seruan akan hak mereka yang telah direbut di anggota tubuhnya.  Video sederhana ini tampil dengan keluwesan para dalam merayakan tubuh mereka. Tika menyampaikan isu ini tanpa basa basi atau metafora berbelit dalam lirik dan video untuk menonjolkan bahwa otoritas kini telah menjamah bagian paling personal dalam diri perempuan, dengan harapan orang mulai mengetahui makna dan batasan otoritas. Dengan pemahaman cukup, sekat akan tercipta untuk membela diri dari celaan berasaskan penilaian masyarakat. Tika mengajak semua orang untuk mengenal wilayah antara subjek dan objek untuk menemukan kesetaraan yang ada di masyarakat, karena tubuhku adalah otoritasku. Sekali lagi, musik berperan penting dalam menginjeksikan sebuah spirit dan Tika & The Dissidents hadir sebagai perantaranya.

Ideas
30.03.16

Seni Multimedia bersama Henry Foundation

Henry Irawan adalah seorang seniman yang telah menjelajahi berbagai medium dalam karyanya. Dikenal sebagai Henry “Betmen” Foundation, ia telah menciptakan musik, video musik dan beberapa karya lain yang cukup khas. Whiteboardjournal mengunjungi kediamannya untuk berbincang mengenai medium berkarya, karakter ciptaannya dan film panjang sebagai obsesi terbarunya.

28.03.16

Musik untuk Segala Aktivitas

Musik adalah sebagian dari kehidupan sehari-hari kita, dan di saat apapun musik memberi kita semangat. POLYTRON MUZE PHP ZB1 adalah headphone dari brand POLYTRON yang bisa menemanimu di aktivitas apa saja. Baca mengenai POLYTRON MUZE PHP ZB1 di artikel berikut ini.

07.03.16

Seleksi Karya: Stones Throw Records

Stones Throw Records adalah label musik independen dari Amerika yang didirikan pada tahun 1996. Selama 20 tahun, label ini telah menjadi terkenal pada skena musik independen dikarenakan kualitas rilisan yang konsisten dan bagus. Musisi seperti Madlib, Peanut Butter Wolf, J Dilla, dan Aloe Blacc telah membentuk karakter Stones Throw yang soulful dan inovatif. Berikut adalah rilisan Stones Throw Records yang patut didengar dan dikoleksi.

08.02.16

Seleksi Karya: Blue Note Records

Didirikan pada tahun 1939, Blue Note Records sampai sekarang masih dianggap oleh banyak penggemar musik sebagai label jazz yang paling influensial. Konsisten dalam rilisannya dari tahun ke tahun, katalog Blue Note diisi oleh berbagai macam bentuk musik jazz dan musisi-musisi legendaris yang memainkannya. Sungguh mustahil untuk kami menulis mengenai semua rilisan bagus mereka, tetapi di Seleksi Karya kali ini kami merekomendasi 8 album untuk koleksi musik Anda.

11.01.16

Kineruku

Kineruku adalah perpustakaan di Bandung yang aktif sejak tahun 2003. Sebuah rumah yang nyaman di daerah Hergamanah, Bandung menjadi tempat dimana pengunjung bisa membaca buku, mendengar musik, dan menonton film koleksi Kineruku. Di artikel ini, Muhammad Hilmi memperkenalkan Kineruku.

Load More Articles whiteboardjornal, search

Subscribe to the Whiteboard Journal newsletter

Good stuff coming to your inbox, for once.