Music

04.07.17

‘More Life’ to Drake

Indeed, the title itself may be a way to describe Drake’s latest album. A certainly fresh wake from Views, More to Life indeed shows the more there is to Drake, exploring emotions and personal expressions of his further, while also taking ‘dips’ into colorful grooves added to the tracks such as "Get it Together" and "Glow." A ‘playlist’ as the artist himself describes it, perhaps provide an explanation as to the vivid feel of sentiment present throughout the tracks. An even more personal touch is added at the end of "Can’t Have Everything," where Drake’s mom is heard leaving him a voicemail. The extra attempt of being personal may be his way of redeeming himself after the lack of enthusiasm he received for Views. Drake definitely convinced the world that in spite of the ‘monotonous’ accusations aimed at Views, he hasn’t lost his touch and in fact has plenty of ‘Drakeness’ left to offer through a ‘more open peak into his life’ with this one.

02.07.17

A Journey of the Mind with a Storytelling Cassette

It’s clearly been a while since anything was played on cassettes. Perhaps, most of us might think cassettes are soon to be gone for good. However, Moscow-based producer Zurkas Tepla proves us wrong with the release of his musical-storytelling-cassette entitled Bank Robber/In The Same Car; one side telling a story through the subconscious of a robber and the other featuring a meditative counterpart. Tepla certainly aims to reintroduce his audience with the familiarity of developing imaginations from listening to sounds, inviting us to dive into a world constructed within our own minds with the help of his murky soundscapes, disquieting beats, and also ambient sounds with distant melodies. Perhaps Tepla is trying to ignite the power of imagination within his audience, the kind you get from reading books, listening to audio ones, which during this age where a huge percentage of entertainment becomes visually presented may become more of a challenge to some. A journey of the mind may be a way to describe the experience brought by Tepla’s storytelling cassettes. Through each side’s tracks and chapters, who knows? Maybe listeners will be transported to the sceneries in the stories and live through the moments. Perhaps Tepla’s method may also provide audiences with the chance of taking their minds on a creative challenge to simply imagine. Bank Robber by Zurkas Tepla

29.06.17

Positive Vibrations with Anton Kuznetsov

Creating his own ‘storylines’ within the Russian music scene is one way of describing Kuznetsov or Antoha MC’s (as he’s better known) unconventional yet offbeat new energy in it. Taking his music into a way of telling the story of everyday experiences, Kuznetsov describes his process as “(getting) rid of all the superfluous stuff and transform the raw material into what’s really necessary.” A combination of dream-like vibrations, combined with a realist composition into the rhythms of his inspirations, Kuznetsov shows the world just how much positive vibrations may be channeled through music that speaks about everyday muses—books, travels, moods created by a balanced lifestyle, and so on. Safe to say that Kuznetsov’s music is a literal ‘soundtrack’ to daily life, as he delivers his sincere and uplifting energy into each note. The fresh, unique, yet enjoyable works of Kuznetsov may be a worthy alternative to the usual cliche rap, as his transcendent twist on rap can take his audience not only on an uplifting trip, but also a journey of nostalgia through the lyrics.

27.06.17

CherryBomb: Diva Night Lintas Gender dan Attitude

Mendengar kata “diva,” ada 2 makna yang langsung terlekat padanya. Pertama adalah kata benda berupa penyanyi perempuan yang glamor, kedua adalah kata sifat yang diambil berdasarkan karakter penyanyi perempuan yang dielu-elukan tersebut. Lantas ketika sebuah bertema marak ditemui di klub-klub, wajar jika lagu yang diputar adalah lagu-lagu yang dinyanyikan oleh Madonna, Mariah Carey, dan tidak lupa Whitney Houston. Hal tersebut pula yang ingin dicoba oleh Videostarr. Setelah sukses dengan Time After Time After Time, kali ini mereka hadir dengan bernama CherryBomb! Menggunakan tema kali ini 4 orang sekawan di balik inisiator deretan inklusif ingin membuat pada pemahaman publik terhadap kata “diva.” Alih-alih sekadar menghadirkan lagu diva yang kita ketahui, mereka ingin menekankan kata “diva” sebagai kata sifat. Kami berkesempatan untuk menanyakan maksud CherryBomb dan meminta 5 lagu diva versi Videostarr. seperti pada umumnya? Lewat CherryBomb, kami mencoba untuk mengangkat lagu-lagu diva dengan kemasan dan interpretasi ala Videostarr. Kami ingin memberi pada pemahaman bahwa diva itu tidak melulu penyanyi wanita glamor, tapi lebih nunjukin kalau Lagipula, diva bukan penyanyi perempuan saja kok. Lewat CherryBomb, kami mencoba untuk mengangkat lagu-lagu diva dengan kemasan dan interpretasi ala Videostarr. Kita ingin memberi pada pemahaman bahwa diva itu tidak melulu penyanyi wanita glamor, tapi lebih nunjukin kalau diva sendiri itu juga dapat diartikan kedalam beberapa aspek, dari sehingga seseorang yang mengekspresikan dirinya dengan penuh percaya diri tanpa pengaruh dari orang lain. Jadi menurut kami, diva itu tersirat dari persona yg dibawa seseorang, dan di dunia musik, persona tersebut muncul baik di musisi pria maupun wanita, sehingga diva sepatutnya tidak memandang gender. ? Karena tidak harus ada batasannya dan kami ingin me- benang merah dengan lain kita. Layaknya lagu-lagu pada Time After Time After Time, banyak lagu yang dibawakan oleh para diva ini dikesampingkan di acara dansa. Mereka sudah diasingkan ke kategori karaoke padahal kebanyakan lagu mereka sangat bisa dinikmati di acara dansa. Madonna - Holiday Tina Turner - Love Explosion George Michael - Careless Whisper Ariana Grande - Focus Titi DJ - Sang Dewi Karena mereka lintas era, genre, gender dan - Rawdeal Klapr Ankka Kamis, 29 Juni 2017 Lucy in the Sky 21:00

24.06.17

Antara HOMESHAKE, Kamar Berpetak Empat, dan Album Terbaru

Sudah banyak kasus mengenai keluarnya salah satu anggota band dengan alasan ingin fokus menggarap proyek pribadi. Hal tersebut pula yang terjadi pada Peter Sagar; gitaris Mac DeMarco. Di tahun 2014 Sagar membulatkan tekad untuk mundur dari naungan Mac DeMarco guna meneruskan -nya yang sudah dikerjakan sejak tahun 2012. Membawa entitas HOMESHAKE, dalam rentang waktu 3 tahun Peter telah melepas total tiga buah studio album; In the Shower (2014), Midnight Snack (2015), serta yang terbaru Fresh Air (2017). Walaupun mengusung tema Peter tak sendirian. Ia turut dibantu oleh Mark Goetz, Greg Napier, dan Brad Loughead dalam meramu karya-karyanya yang berlandaskan synth pop hingga alternative R&B. Berbicara tentang album barunya, kita akan menjumpai banyak kontemplasi yang unik. Fresh Air memuat 14 (empatbelas) nomor yang memiliki karakter kuat nan kaya eksprimen. Misal di track “Hello Welcome”, HOMESHAKE sedikit memberikan ketukan downtempo dengan sisipan nafas jazz di petikannya. Atau “Every Single Thing” yang membaurkan aroma soul dengan pedal yang samar-samar. Dan yang terbaik tetap jatuh pada “Wrapping Up”; komposisi pengkultusan lo-fi, pola sampai abstraknya mesin efek. Dari sepetak kamar di kawasan suburban Quebec dengan peralatan seadanya yang mungkin dipinjam dari studio sebelah apartemen, Peter dan teman-temannya membuat karya orisinil tiada dua. Membicarakan masalah identitas, bosannya kancah lokal setempat, maupun mencela habis-habisan konsepsi mengenai politik terdengar lebih menyenangkan dengan balut musikalitas yang berkelindan genre. Jadi, masih menyimpan berapa ratus yang belum diedarkan ke khalayak, Peter? Fresh Air by HOMESHAKE

23.06.17

Gimme 5 : Muhammad Fahri

Muhammad Fahri adalah gitaris dari unit horror punk, “Kelalawar Malam”. Di panggung, ia dikenal dengan nama “Fahri Al-Maut” dimana ia bersama Kelalawar Malam menawarkan bangunan musik dengan ritme dan nuansa horror yang mencekam. Dalam episode Gimme 5 kali ini, kami mengundang Fahri untuk memilih lima album musik pilihannya. Berat, agresif, sekaligus melodis. Lagu - lagu di album ini cocok dinyanyikan bersama sembari mengasah kapak perimbas dan menunggu serangan dari dusun tetangga. Remission mungkin terdengar lebih laki - laki, tapi Crack the Skye membuat saya ingin mempelajari ilmu kebalnya Grigori Rasputin walaupun katanya itu hanya sebatas mitos. Jangkauan vokal bagai orang kerasukan, instrumen yang tampak lebih pantas digunakan untuk berburu macan di pedalaman, dan pertunjukan yang lebih mirip ritual tolak bala ketimbang sekedar konser musik. Senyawa adalah sekte. Lebih dari sekedar grup world music, Suarasama memainkan komposisi yang variatif, poliritmik, namun tetap terdengar natural. Album ini seketika membuat saya menjadi fanboy Irwansyah Harahap. Adik saya yang pertama kali memperkenalkan saya pada Rabu. Debut album ini disertai dengan kemasan yang menarik. Besek berisi cakram padat dan perlengkapan sesajen sederhana. Putar album ini untuk menghadirkan Asu Baung dalam tidur mu.

Load More Articles whiteboardjornal, search

Subscribe to the Whiteboard Journal newsletter

Good stuff coming to your inbox, for once.