Originally came from Nigeria, Afrikan Boy is one of UK’s emerging and independent artist that has been consistently working in the music industry for more than 10 years. Through his music, he’s able to speak up about his personal life up to social issues. During Archipelago Festival, we had the opportunity to chat with him about his creative inspirations, grime music, and the role of the internet in the success of his career.
Bekerja sama dengan Ubud Writers & Readers Festival, kami berkesempatan menemui penulis dan akademisi Intan Paramaditha saat berkunjung ke Jakarta untuk membahas hasrat, fiksi, politik seksualitas hingga novel "Gentayangan."
Dikenal dengan keberaniannya dalam mengeksplorasi seksualitas dalam berkarya, Djenar Maesa Ayu menonjol di antara seniman Indonesia. Bekerja sama dengan Ubud Writers & Readers Festival, kami berkesempatan untuk menemuinya di rumah bersama dengan partnernya, Kan Lume untuk membahas medium beropini hingga film barunya, “hUSh.”
Joko Pinurbo digandrungi bukan hanya karena puisi yang ia tulis, melainkan makna yang tertanam di balik kesederhanaan yang ia ceritakan. Bekerja sama dengan Ubud Writers & Readers Festival, kami berkesempatan untuk menemui beliau ketika berkunjung ke Jakarta untuk berbicara tentang menertawakan keseharian hingga pengaruh Alkitab dalam karyanya.
Tidak banyak yang mengetahui art handling di balik berjalannya sebuah pameran seni. Berdasarkan hal tersebut, kami menemui salah satu art handler di Indonesia, yakni MG Pringgotono yang juga aktif dengan kolektif Serrum untuk menanyakan tentang penanganan seni.
Duto Hardono adalah salah satu seniman dan juga edukator berbasis di Bandung yang mengeksplorasi sound dan waktu dalam berkarya. Whiteboard Journal menemuinya di rumah sekaligus studio untuk membahas looping study, silence sebagai sound hingga eksperimentasi seni.