Oktober lalu, kami berkesempatan ngobrol dengan John Paul Patton dan I Gusti Viki Vikranta dari Kelompok Penerbang Roket. Dalam perbincangan ini, keduanya membahas latar emosi di balik ‘TIGOR,’ tantangan mereka dalam berkarya di era rentan akan pembungkaman, serta pandangan mereka tentang musik sebagai medium untuk melawan dan bersuara di tengah situasi sosial dan politik yang kian mengganggu.
Amidst his committed schedule for Museum MACAN, we met Olafur Eliasson to talk about his immediate view of Indonesian’s local and colonial history, art and sustainability, and artwashing.
We sat down with Banu Mushtaq during Ubud Writers & Readers Festival 2025, exploring her award winning book, Heart Lamp: Short Stories, and how solidarity can be one of the hopeful movement in tackling patriarchy.
Dalam rangka merayakan album terbarunya, kami menyempatkan untuk mengajak beberapa sosok yang beberapa lagunya memang diproduseri oleh Petra Sihombing, untuk melihat sejauh mana role seorang produser itu mengharuskannya menggawangi proses songwriting, sampai perpindahannya dari seorang musisi/performer ke musisi/produser.
We have Precious Bloom, Diskoria, and Thee Marloes to chat with L’Impératice, talking about how films have been their DNA, their connection with the French language, and music inspirations with questions we gathered from three Indonesian disco and soul units.