In this Open Column submission, Samantha Dewi Gayatri covers the history of state’s use of violence and repression—linking it to the recent movement of #IndonesiaGelap, which serves as a reminder that those in power cannot maintain control forever, especially when the will of the people refuses to be silenced.
Dalam submisi Open Column kali ini—dan di tengah pusaran #IndonesiaGelap, Rizki Mubarok merenungkan kembali apa makna 'nasionalisme' dan caranya untuk "mencintai Indonesia tanpa syarat."
Dalam submisi Open Column kali ini, Rama Satria Agung menuliskan observasinya terhadap gaya hidup anak punk serta generasi muda, dan menabrakan semua itu dengan realita 'papan' dalam kebutuhan pokok manusia.
In this Open Column submission, Tri Subarkah took a look back and collected the memories from his childhood, which happened to have witnessed May 1998 and the wake of Reformasi, and juxtaposed said recollections to how things are standing today and forwards.
Dalam submisi Open Column ini, Muhammad Iqbal Ramadhan, menuliskan pengalamannya saat menghadapi represi aparat seusai demonstrasi Indonesia Darurat. Di sini, ia membahas tentang privilese dan keadilan.
Dalam submisi Open Column kali ini, Aloysius Efraim Leonard merenungkan nasionalisme dari kacamata kelas menengah, sembari menyoroti pentingnya aksi kolektif untuk mengubah status quo dan memprotes kebijakan pemerintah yang merugikan.