In this Open Column submission, Aldo Kaligis questions how the arrest of Delpedro Marhaen, a human rights activist and Director of Lokataru Foundation, seems to disregard an international human rights standards framework, as well as the age-old saying regarding messengers.
Dalam submisi Open Column ini, Kirana Anjani Ariella Lugijana menyandingkan novel Ketika Senja Jatuh di Nara (2025) dengan pembacaannya terhadap Alkitab, dan dengan segala yang terjadi dalam iklim alam dan politik hari ini di Indonesia.
Dalam submisi Open Column kali ini, Iqbal Ramadhan, salah satu korban yang ditangkap dan disiksa saat demo #IndonesiaDarurat 22 Agustus 2024 lalu, menuliskan memoir dari momen ia dibawa sang ibu ke halaman Gedung DPR/MPR saat runtuhnya Orde Baru, hingga memori mengalirnya darah segar dari hidungnya di hadapan tawa para penegak hukum.
Dalam submisi Open Column ini, Daffa Batubara membahas sekaligus menyinyalir bagaimana salah kelola politik membuat ancaman sengsara dan nestapa untuk kita semua di hari tua menjadi lebih nyata.
In this Open Column submission, Aldo Marchiano Kaligis and Dimas Bagus Arya, as members of KontraS, cast their memories as to bring about just how close we all are to regress into authoritarianism all over again through the eyes of fellow millennials.
In this Open Column submission, Samantha Dewi Gayatri covers the history of state’s use of violence and repression—linking it to the recent movement of #IndonesiaGelap, which serves as a reminder that those in power cannot maintain control forever, especially when the will of the people refuses to be silenced.