fashion

16.01.17

Little Shop of Horrors Footurama

Berkat karakternya yang kuat dan ketertarikannya pada tema horor dan fantasi, Natasha Gabriella Tontey (NGT) melahirkan sebuah toko fiksi sebagai karya residensi di Koganecho Bazaar Yokohama, Japan pada tahun 2015. Menggunakan gedung yang dulunya berupa ia menawarkan dunia alternatif sembari mengkurasi berbagai hal terkait ketakukan dan cerita-cerita horor warga setempat untuk dijual pada sebuah toko fiksi yang dinamai “Little Shop of Horrors” Masih dengan palet warna khas neon dan pink yang menjadi identitas karyanya, kali ini NGT kembali menghadirkan “Little Shop of Horrors” untuk diperkenalkan di Jakarta. Konsep yang diangkat sama yaitu toko fiksi, namun pada kesempatan ini barang-barang yang akan dijual berupa bentuk kolaborasi bersama Footurama Freeform Fabrication, yakni koleksi spesial yang mengeksplorasi Jika sebelumnya Sonotanotanpenz diajak oleh NGT untuk merespon ide dan tulisan NGT, kali ini Ken Jenie dan Dipha Barus diajak untuk meresponnya dalam format kaset berisi lagu-lagu yang menghadirkan nuansa horror. Pada malam pembukaan akan dimeriahkan pula dengan penampilan spesial dari Ken Jenie & Krazy Kosmic Kid, serta musik dari Baldi, Bergas, Mar, dan Moustapha Spliff - Tidak hanya itu, “Little Shop of Horrors” juga akan disertai dengan bertajuk ‘‘FRESH FLESH FEAST’ atau ‘Makan Mayit’. Lewat proyek ini, NGT bersama Chandra Drews dan Elia Nurvista mencoba untuk memberikan pengalaman kepada orang-orang untuk menjadi kanibal, dengan mencicipi hidangan-hidangan pilihan, yang mana menurut NGT, hasrat kanibalisme sebetulnya memang sudah dimiliki oleh setiap makhluk hidup. Gala ini hanya terbatas untuk 13 partisipan, dengan membeli tiket seharga Rp. 295.000,- sebelum acara, dan Rp. 350.000,- saat acara, yakni pada hari Sabtu, 28 Januari 2017, jam 19:00. - 21 Januari 2017 17:00 Footurama COMO Park Jl. Kemang Timur Raya no. 998 Jakarta

07.12.16

Serba-serbi di Toko Misteri

Setelah melahirkan Phantasma Studio - sebuah fashion dengan konsep kontemporer yang mengeksplorasi di bidang - Eric Lim kembali mewarnai fashion melalui yang menjual barang-barang yang ia namai Toko Misteri. Semua produk yang ditawarkannya di sini menjadi spesial karena tidak hanya yang menjadi jualan utama, melainkan kurasi ajaib oleh Eric Lim membuat Toko Misteri berbeda dengan yang lainnya. Berbagai produk seperti pakaian dan barang-barang antik, piringan hitam, mainan, dan buku-buku unik bisa ditemukan di Toko Misteri. Toko Misteri yang berlokasi di Bara Futsal Jl. Falatehan No.68 ini sudah membuka tokonya sedari pertengahan Agustus lalu. Selain menjual pakaian dan barang-barang antik, dijual juga minuman ala Toko Misteri seperti “Cold Brew Coffee”, “Green Tea with Yakult”, “Es Kopi Bon-Bon”, dan “Es Kopi Tropicale”. Yang menarik adalah, selain memamerkan koleksinya lewat akun Instagram, Toko Misteri mencoba untuk memberikan dan alternatif padu-padan untuk setiap koleksi dengan foto yang Toko Misteri juga sudah menyelenggarakan dua acara kolaborasi yaitu “Pekan Misteri” dengan Manual Jakarta dan “Binatang Press! Pop Up Launch”. Dengan cakupannya yang tak hanya fashion, Toko Misteri disamping menawarkan -nya diharapkan bisa menjadi salah satu wadah yang bisa mendukung lainnya seperti desain, dan juga musik. Silahkan cek Instagram Toko Misteri di sini Toko Misteri Jl. Falatehan No.68, Melawai Jakarta Selatan.

24.10.16

Aspirasi Gaya Baru

Bicara tentang identitas, fashion telah menjadi suatu medium untuk merefleksikan diri sejak ratusan tahun yang lalu. Banyaknya desainer muda yang kini bermunculan telah menghadirkan nafas baru dalam fashion lewat cara mereka mengolah pakaian berdasarkan inspirasi yang didapat dari lintas subkultur. Melalui karya dan pandangan mata dua orang desainer muda, Whiteboard Journal melihat bagaimana aspirasi fashion terkini.

21.12.15

ARA

Gagasan oleh tiga label ready to wear dari Indonesia menghasilkan ARA, sebuah konsep retail yang menonjolkan karya desainer fashion Indonesia. Toko di Jakarta Selatan ini menawarkan produk sekaligus konsep yang unik dan berdasarkan idealisme penggagas-penggagasnya. Kami berkunjung ke ARA dan berbincang dengan inisiatornya mengenai konsep dan tujuan retail mereka.

25.05.15

Freeform Fabrication

Making its debut with the reinvention of Footurama, Freeform Fabrication has recently released its very first fashion collection. We spoke to its co-designer and co-owner Max Suriaganda about the brand’s philosophy, as well as his view of streetwear today, and how all of them factor into what Freeform Fabrication is today.

16.02.15

Pasar Santa Map

Since last year, Pasar Santa has become home of youthful creative entrepreneurship, making it one of the coolest destination in Jakarta. We begin with the 2nd floor, with other parts of Pasar Santa in the making. Help us improve this map regularly by sending your updates and feedback to contact@whiteboardjournal.com the subject: PASAR SANTA.

Load More Articles whiteboardjornal, search

Subscribe to the Whiteboard Journal newsletter

Good stuff coming to your inbox, for once.