Tidak banyak yang mengetahui art handling di balik berjalannya sebuah pameran seni. Berdasarkan hal tersebut, kami menemui salah satu art handler di Indonesia, yakni MG Pringgotono yang juga aktif dengan kolektif Serrum untuk menanyakan tentang penanganan seni.
Duto Hardono adalah salah satu seniman dan juga edukator berbasis di Bandung yang mengeksplorasi sound dan waktu dalam berkarya. Whiteboard Journal menemuinya di rumah sekaligus studio untuk membahas looping study, silence sebagai sound hingga eksperimentasi seni.
Sejak tanggal 23 Juli hingga 16 Agustus 2017, OK. Video menggelar pameran rutinnya, dengan tajuk “OK. Pangan.” Berisi paduan audiovisual hingga performance art, gelaran ini mengajak publik untuk menelaah isu politik pangan dengan beragam sudut pandang untuk melihat pangan tidak hanya sebagai kebutuhan, tapi sebagai medium dengan sejarah kebudayaan, mencakup sosial, budaya, hingga ekonomi.
Elia Nurvista adalah seniman asal Yogyakarta yang banyak mengekplorasi tema makanan dalam karyanya. Whiteboard berbicara dengannya mengenai perempuan, komodifikasi dan apa yang hilang jika kita hanya melihat makanan sebagai praktek konsumsi.
Dengan karakter yang kuat pada karyanya yang selalu bermain di antara suasana kekanakan dan kengerian, Natasha Gabriella Tontey menjadi salah satu seniman muda yang telah menunjukkan potensinya. Di antara pameran Little Shop of Horrors yang ia buat di Footurama, Whiteboard Journal berbincang dengannya mengenai bagaimana latar belakangnya membentuk karakter, tantangan dalam karyanya serta ketakutan personal yang ia berusaha taklukkan.
Heri Pemad adalah salah satu motor penggerak kancah seni rupa Indonesia yang berkecimpung di bidang art management. Bersama Heri Pemad Art Management, ia secara konsisten menghelat pameran seni rupa kontemporer akbar berskala internasional yang sudah berlangsung selama 9 tahun (sebelumnya bernama Jogja Art Fair). Whiteboard Journal berkesempatan untuk berbincang dengan Heri Pemad perihal kondisi seni rupa dan infrastrukturnya di Indonesia, serta kelangsungan Art Jog mendatang.