column

Column
06.07.17

Sendiri, Kita Sendiri

Pada column kali ini, Muhammad Hilmi menuliskan kegelisahannya mengenai pola di era modern yang mengesampingkan interaksi sosial antara individu yang tinggal di ruang hidup yang sama. Tentang bagaiamana individualitas bisa menjadi teror yang mengerikan, dan jarak yang mendekatkan, namun justru dimaknai sebagai jurang yang memisahkan.

Column
29.06.17

Bagaimana Seni Rupa Bekerja

Melalui submisi open column-nya, Azizi Al Majid berbagi mengenai seni, kajian di dalamnya serta bagaimana pengalaman estetik bisa menambah pengalaman saat mengapresiasi karya seni.

Column
22.06.17

Sanggraha

Pada submisi open column-nya, Nugroho menghidupkan kembali ingatan-ingatan tentang Stadion Lebak Bulus. Tentang teriakan yang dulu bersumber dari bangku penonton, juga aksi hingga sejarah yang pernah tercipta di atas rumputnya.

Column
15.06.17

Trump, Macron, dan Antroposen

Melalui submisi open column-nya, Unies Ananda Raja mengulas mengenai bagaimana dua pemimpin tertinggi negara maju dunia, Trump sebagai perwakilan Amerika dan Macron sebagai perwakilan Perancis menyampaikan perspektif masing-masing mengenai masalah pemanasan global. Dan bagaimana keduanya luput untuk menemukan solusi sejati terhadap masalah bagi bumi ini.

Column
08.06.17

Ruang, Dinamika Sosial, dan Komersialisasi

Pada submisi open columnya, Ikrar Raksaperdana menyoal tentang konsepsi ruang di era sekarang. Tentang bagaimana terjadi pergeseran fungsi di dalamnya dari waktu ke waktu, dan bagaimana dinamika sosial yang terjadi di dalamnya juga turut berubah.

Column
04.05.17

The Wall

In her open column submission, Fulca Veda highlights how the culture of boundaries have change for centuries. Through one of the most popular poem in modern literature, she tried to connect Robert Frost’ “Mending Wall” to understand the increasing chants of building walls by world leaders.

Load More Articles whiteboardjornal, search

Subscribe to the Whiteboard Journal newsletter

Good stuff coming to your inbox, for once.