column

Column
22.05.25

Kita Dipaksa Melihat Reformasi Layu Sebelum Sempat Merekah

Dalam submisi Open Column kali ini, Iqbal Ramadhan, salah satu korban yang ditangkap dan disiksa saat demo #IndonesiaDarurat 22 Agustus 2024 lalu, menuliskan memoir dari momen ia dibawa sang ibu ke halaman Gedung DPR/MPR saat runtuhnya Orde Baru, hingga memori mengalirnya darah segar dari hidungnya di hadapan tawa para penegak hukum.

Column
08.05.25

Sarjana Hukum dan Kegagalan Fakultasnya

Dalam submisi Open Column ini, Aldhi Franciscus, dalam perjalanannya menempuh gelar pascasarjana di Fakultas Hukum, menyingkap ketidaksinambungan antara hukum di lapangan dan Hukum di ruang pendidikan.

Column
10.04.25

Di Hidup yang seperti Perlombaan, Kenapa Kita Sering Dibuat Kalah?

Dalam submisi Open Column kali ini, Muhammad Afriza Adha mengisahkan karakter-karakter di suatu semesta yang tidak mengenal garis finis, dan tidak pernah diberikan kesempatan untuk memilih jalan hidupnya sedari rahim—semua sebagai bentuk refleksi terhadap ketidakadilan sosial yang seakan-akan 'normal' di sehari-hari.

Column
03.04.25

Make Climate Activism Messy

In this Open Column submission, Roro Kinasih proposes how—with regards to the countless crises today, the exclusionary design of modern environmentalism, to core-core TikToks—the key to saving the planet isn’t getting people to care, but to get them feel kinky, disgusted and emasculated.

Load More Articles whiteboardjornal, search

Subscribe to the Whiteboard Journal newsletter

Good stuff coming to your inbox, for once.