Tak Mengapa Menjadi Mas-Mas Biasa
Pada submisi column kali ini, Fajar Shabana Hafiiz menulis tentang menjadi seorang mas-mas biasa dan pentingnya untuk bisa menerima situasi walau tidak sesuai ekspektasi.
Pada submisi column kali ini, Fajar Shabana Hafiiz menulis tentang menjadi seorang mas-mas biasa dan pentingnya untuk bisa menerima situasi walau tidak sesuai ekspektasi.
In this column submission, Kenny Andriana writes about finding his self-worth and navigating life through guilt, the nature of family, and the intergenerational struggles with wealth.
In this column submission, Jespica wrote a short story that follows a boy and a girl questioning gods and humanity.
Pada submisi column kali ini, Bivan Andresha menuliskan pengalamannya dalam menyayangi dan memaafkan diri sendiri sebelum orang lain.
Pada submisi column kali ini, Imaduddin Abdurrahman mengupas praktik di balik komersialisasi identitias pada penamaan produk di warung kekinian.
Pada submisi column kail ini, Hillfrom Timotius melepas rindu terhadap kota Pematang Siantar dengan menuliskan memori, ode perjuangan perantau, hingga kekhawatirannya pada nasib kota tersebut di masa pandemi.