In this open column submission, Qanissa Aghara shares the things she saw in Europe through the eyes of a foreigner (an exchange student, to be precise), and how the widely romanticized impression of Europe starts to unravel one-by-one through this photo-essay of hers.
Dalam submisi open column ini, Robhi Januar mendekonstruksi arti kebahagiaan yang kerap diamini manusia modern dan memberi usul berdasarkan sudut pandang psikologis untuk menjauhkannya dari kata "semu".
In this open column submission, Shadia Kansha took a long ponder at the fleeting celebration of birthdays on the day she turned 25, which consequently helped her understand loss better.
Dalam submisi open column ini, Muhammad Rafsan Aryakusumah menyelami keresahan yang disuarakan lagu-lagu bertema kota dan mempertanyakan mengapa hal ini kerap menjadi kidung romantis ketika membahas Bandung.
Dalam submisi open column ini, Relo Pambudi mendedah makna lagu "Kereta Terakhir dari Palmerah" milik Rekah yang menggambarkan hidup dalam jerat kapitalisme kiwari dan bagaimana caranya untuk perlahan melepaskan diri darinya.
Dalam submisi column ini, Sekar Banjaran Aji Surowijoyo melihat kegigihan dan keunikan upaya orang-orang dalam memerangi krisis iklim, baik dalam level individual maupun kolektif.