Dalam submisi Open Column ini, Febrian Adinata Hasibuan mendedah bagaimana perspektif dekolonisasi dalam Biennale Jogja 18 menimbulkan lebih banyak tanya—yang banyak diberatkan kepada tata kelola pameran.
Mengunjungi Biennale Jogja 18, Ibrahim Soetomo menyadari bagaimana tema besar acara biannual ini, Kawruh, yang berarti ‘pengetahuan sebagai akumulasi pengalaman yang menjadi kebijaksanaan,’ bisa saja luput dari fokus kuratorial.
Pada submisi Column kali ini, Alia Swastika menuliskan tentang perjalanan yang diambil oleh Biennale Jogja Equator menelusuri negara-negara di kawasan khatulistiwa dan upaya mereka untuk terus mempertanyakan konsep tentang internasionalisme.