Seiring tumbuh kembang individu, keberadaan rumah, tak hanya menjadi kebutuhan primer, tapi juga sebagai tempat untuk mencari kenyamanan setelah lama menempuh waktu di jalan atau berpikir keras di kantor. Rumah seringkali dikaitkan dengan keluarga inti yang menemani seseorang dalam mengekplorasi jati diri dan kemampuan yang ada. Aktivitas yang terjadi di dalam rumah cenderung bersifat spontan namun memiliki tata karma yang dibuat serta diturunkan dari keluarga besar.
Menggunakan gagasan rumah beserta memori yang tertangkap dan tercipta di dalamnya, Anton Ismael menyampaikan kekuatan rasa akrab dari rumah dalam pameran tunggal berisi macam bentuk karya menggunakan berbagai medium. Anton bersama dengan Ade Darmawan sebagai kurator, menonjolkan kekuatan rumah dalam mempengaruhi imaji seseorang.
Sisi lembut tiap orang yang berkunjung ke pameran ini akan tersentuh oleh relevansi cerita di balik tiap karya yang tersaji. Sebuah ruang dan kuas, cat, serta kertas disediakan Anton untuk menggambarkan ‘bentuk’ rumah yang hadir di angan pengunjung. Tentunya sebagai seniman maupun fasilitator, Anton dan Ade tak luput menyampaikan cerita dengan alur emosional yang mengingatkan kita dengan rumah.
--
Pameran:
1 April – 15 Mei 2016
Selasa-Minggu jam 11:00-19:00
di RUCI Art Space
Jl. Suryo No. 49, Kebayoran Baru
Jakarta
Foto: doc. RUCI Art Space
Henry Irawan adalah seorang seniman yang telah menjelajahi berbagai medium dalam karyanya. Dikenal sebagai Henry “Betmen” Foundation, ia telah menciptakan musik, video musik dan beberapa karya lain yang cukup khas. Whiteboardjournal mengunjungi kediamannya untuk berbincang mengenai medium berkarya, karakter ciptaannya dan film panjang sebagai obsesi terbarunya.
Krack Studio adalah kolektif Malcom Smith, Prihatmoko Moki dan Rudi Hermawan yang mengutamakan seni printmaking dalam berkarya. Bekerja sama dengan kurator Roy Voragen yang sedang berbasis di Bandung, kolektif Krack yang berasal dari Jogjakarta ini menunjukkan kemampuan dan ketertarikan masing-masing sebagai individu di dalam pameran Out of Joint yang sedang berlangsung di Dia.Lo.Gue Artspace di Kemang, Jakarta.
Pong Pong Balong adalah agenda eksibisi baru dari Dia.Lo.Gue Artspace. Menampilkan 11 karya, pameran ini bervisi untuk menemukan garis tengah antara seni dan posisinya di keluarga, terutamanya mengenai tumbuh kembang budaya berpikir kreatif dalam rumah tinggal para senimannya.
Melalui 12 bab, buku yang di terbitkan oleh Desain Grafis Indonesia Press (DGI Press) mengangkat jejak dan karya desain grafis Indonesia yang beriringan dengan perkembangan desain grafis dunia. Artikel berikut adalah review buku Desain Grafis Indonesia dalam Pusaran Desain Grafis Dunia.
Sejak tanggal 14 November 2015, Gudang Sarinah di daerah Pancoran menjadi rumah bagi Jakarta Biennale yang kali ini berjudul "Maju Kena, Mundur Kena: Bertindak Sekarang". Mengundang seniman dari berbagai daerah Indonesia dan Internasional, pameran ini membahas kondisi sosial masyarakat Indonesia.