Dalam liputan yang didukung oleh Pulitzer Center ini, Antonia Timmerman dan Rio Tuasikal mengupas bagaimana AI generatif berat kaitannya dalam membuat kita tumpul akan kekaryaan.
In today’s Open Column submission, Sheilla Njoto pulls down the veil behind the overly euphemised—yet vague—sheen of AI to reveal yet another increasingly insidious by-product of AI in today’s field of human work.
Guidelines ini dibuat untuk merespon maraknya konten AI dalam topik sensitif, dan melindungi penggunaan wajah dan suara tanpa izin serta perlindungan terhadap musisi.
Google dan Universal Music Group sedang menjajaki ide untuk mengizinkan lisensi suara dan melodi para artis digunakan dalam musik yang dihasilkan oleh kecerdasan buatan (AI).