
W_Circle: Xaidi Beyblade Community
Xaidi adalah salah satu komunitas hobi di Jakarta Selatan yang berangkat dari sebuah ‘keisengan.’ yang berevolusi menjadi wadah untuk kembali menemukan passion dalam bermain Beyblade.
Words by Whiteboard Journal
Teks: Jemima Panjaitan
Foto: Agung Hartamurti
Mungkin benda yang satu ini lebih dikenal secara umum lewat versi tradisionalnya yakni, gasing. Jika ditarik kembali, gasing pun dapat ditemukan dari budaya lain dengan nama yang berbeda: Tuj Lub dari budaya Hmong, Pambaram di India, hingga di Jepang kita bisa menemukan Beigoma, akar dari munculnya Beyblade.
Lama tak terdengar kabarnya, Beyblade pun mulai digemari kembali dan kebisingannya dapat ditemukan di seluk beluk Jakarta Selatan, di mana ia menjadi mainan mingguan bagi Xaidi, salah satu komunitas Beyblade yang berbasis di Jakarta.
Dari data 5 tahun terakhir, pencarian ‘Beyblade’ di internet mengalami peningkatan sejak Januari 2026 ini. Kami pun kembali dengan segmen W_Circle dan ikut melihat bagaimana ‘keisengan’ Xaidi berevolusi menjadi wadah bagi mereka yang kembali menemukan passion mereka dalam bermain Beyblade.
Bagaimana awalnya Xaidi terbentuk, dan sudah dari kapan? Siapa saja orang-orang di baliknya?
Asto: Jadi, Xaidi itu terbentuk kira-kira akhir Oktober 2024, sudah mau berjalan 2 tahun. Nah, itu awalnya bener-bener cuma iseng doang. Jadi kayak gue dan temen kantor gue, salah satunya Pierre, itu iseng doang, main apa ya buat di kantor? Ya udah akhirnya kami coba main Beyblade, dan saat itu anak kantor yang keterusan main cuma gue dan Pierre. Kami juga ada temen main FIFA namanya Jose. Nah, akhirnya kami bertiga tuh mencoba lebih serius mainnya ke gathering komunitas. Ternyata, oh ini lumayan seru nih, iseng yuk bikin sendiri. Tapi tadinya tuh iseng bukan untuk bikin komunitas.
Pierre: Ya, nggak langsung gede lah.
Asto: Iya, mau bikin sekadar turnamen aja buat temen-temen doang. Akhirnya terbentuklah waktu itu Xaidi Cup I, yang ikut waktu itu bener-bener cuma berapa ya? 12 orang lah. Cuma temen-temen doang. Itu juga diundang-undang, ayo main Beyblade nyoba. Nggak punya Beyblade? Ya udah dipinjemin.
Waktu itu mainnya di kontrakan gue, yang ada di Jalan Saidi, makanya namanya Xaidi, tapi huruf S-nya diganti X, karena mainannya Beyblade X.
Terus dari turnamen pertama, oke seru nih, dilanjutin. Akhirnya dari satu teman itu ngundang teman yang lain, dari teman lain ngundang teman yang lain lagi, sampai akhirnya kami berani coba yang agak lebih gede, lebih gede, dan lebih gede lagi.
Seberapa sering sih Xaidi mengadakan gathering? Sejak kapan gathering Xaidi mulai jadi rutinitas tiap minggu?
Widi: Kalau seberapa sering… awalnya kan Xaidi tuh berangkat dari turnamen yang kurang lebih diadakan sekitar sebulan atau dua bulan sekali. Namanya Xaidi Cup.
Terus dengan bertumbuhnya community ini dan scope temennya jadi lebih banyak, dari yang tadi cuma ber-10, jadi 20, jadi 30, sampai akhirnya sekarang ada sekitar 200 member.
Akhirnya kami memutuskan untuk coba kali ya kami bikin weekly gathering gitu. Biar bisa akomodir temen-temen lain yang memang ingin join main sama Xaidi.
Jadi sekarang akhirnya kami ada weekly gathering di tiap hari Selasa dan sudah berjalan dari akhir 2025 sampai nanti Season 1 berakhir di Juni 2026.
Apakah setiap gathering hanya ada turnamen aja, atau ada agenda lainnya selain turnamen?
Asto: Biasanya kebanyakan main Beyblade aja sih, karena emang sistem gathering komunitas di Indonesia itu kebanyakan bentuknya seperti turnamen. Yah, ibaratnya bayar registration fee buat patungan hadiah. Terus hadiahnya untuk siapapun yang menang di turnamen itu.
Selain main Beyblade, kalau sisi yang ‘seriusnya’ sih, paling kami ngobrol-ngobrol tentang combo. Kayak, ini combo-nya bagusnya pakai apa, ini itu pakai apa, ngetes-ngetes combo-nya, itu juga sih.
Widi: Sekarang kan Xaidi sudah lumayan gede ya, jadi di dalam Xaidi sendiri karena orangnya banyak, ternyata mainannya juga banyak. Ada yang main A, main B, main C dan hobi-hobi lainnya gitu.
Akhirnya kalau ngumpul pun kami juga ada lah main-main yang lain kayak kartu Pokemon salah satunya.
Sekarang karena Xaidi gathering-nya sudah berjalan weekly, kami bukan cuma battle atau turnamen aja, tapi kami juga ada jual belinya, kayak semacam market gitu. Jadi ajang orang untuk COD.
Pierre: Kalau di cup-nya sendiri, biasanya kami juga offer sesuatu yang beda sih. Jadi kadang kami ada DJ session-nya, listening session, terus kami juga kerjasama dengan tenants juga. Kami juga ada accessories products yang kami produksi juga bareng dengan Xaidi.
Banyak sih, untuk ke depannya juga kami udah mikirin ide-ide yang bisa menarik untuk di-offer, untuk lebih ningkatin experience main Beyblade-nya sih.
View this post on Instagram
Apakah Xaidi ada rules tertentu mengenai Beyblade-nya?
Asto: Kalo di gathering tuh sebenernya kami setiap gathering rules-nya akan beda-beda. Jadi kadang, kami menyesuaikan sama momen. Misal, oh momen natal nih, jadinya pake Beyblade yang warnanya bernuansa hijau atau merah gitu. Lagi lebaran, Beyblade yang ada setan-setannya nggak boleh gitu misal. Kami bisa agile banget tentang rules dan tema.
Widi: Di luar tema-tema yang kami bikin dan tentuin, kami juga biasanya mengapresiasi teman-teman yang sudah berkontribusi di Xaidi, kami mendorong para pengurusnya itu untuk ngeluarin challenge perminggunya. Misalkan, rules di minggu pertama gue yang pegang, nanti tergantung challenge-nya apa. Di minggu berikutnya ada Asto, nanti challenge-nya beda lagi. Jadi untuk membedakan kami sama komunitas lain, kami mengapresiasi pengurus komunitas untuk bikin challenge sendiri.
Tapi in general, rules-nya mengacu sama official rules dari Beyblade X sendiri, kayak call judge, terus part-nya no modification, dan lain-lain.
Asto: Ada nih yang lucu menurut gue, itu rules-nya Pinad. Jadi Pinad itu salah satu pengurus kami, dan dia emang selalu kalah. Jadi kalau biasanya di setiap gathering kami berusaha menang, di sesi gathering ini kami semua berusaha kalah biar Pinad juara. Tapi ujung-ujungnya juga dia nggak juara.
Pierre: Bahkan untuk yang di Xaidi Cup ya, kami pernah kolaborasi juga sama salah satu bank. kami berusaha sebisa mungkin untuk meng-utilize rules-nya supaya sesuai sama bank tersebut. Dari rules-nya dan dari kami juga ada side event. Untuk game side event-nya kami utilize fitur dari bank tersebut lah.
Asto: Oke, sama ini sih, ini sebenarnya sedengeran gue aja, tapi orang lain juga sering denger ketika komunitas Beyblade adain cup, pasti selalu ada rules tiering Beyblade.
Jadi ada Beyblade yang jago, tiering-nya gede, terus ada tingkat-tingkatannya gitu lah. Nah, kami sebisa mungkin bikin tier-nya itu unik. Kami bikin tiering, biar orang itu nggak sekadar pake Beyblade yang jago-jago doang, karena ketika di luaran sana, kebanyakan orang itu istilahnya PMB (Pengen Menang Banget) lah, jadi udah pake yang meta-meta* doang.
Nah kami berusaha ketika cup, biar semua Beyblade bisa dipakai. Gue sering dengar, kalau Xaidi bikin cup itu pasti mikir karena kami bikin rules yang bisa dibilang… sebenernya lumayan harus ngulik banget combo-nya, biar bisa tieringnya sesuai gitu.
*meta: most effective tactics available

Image via Agung Hartamurti/Whiteboard Journal

Image via Agung Hartamurti/Whiteboard Journal

Image via Agung Hartamurti/Whiteboard Journal

Image via Agung Hartamurti/Whiteboard Journal
Apakah gathering terbatas hanya untuk member atau terbuka juga untuk umum?
Kalau gathering itu open for public, tapi di dalam gathering itu kami punya sistem namanya scoreboard, singkatan namanya SCBD. Alhamdulillah sekarang tempat gathering kami di SCBD juga. Jadi SCBD at SCBD hahaha.
Nah scoreboard itu menguntungkan member untuk dapat poin ketika dia berpartisipasi weekly ataupun di Xaidi Cup. Jadi nanti poin dari para member yang sudah terdaftar itu bisa diakumulasikan, dan nanti ada scoreboard leader-nya yang nanti di akhir season bisa claim hadiah.
Gimana sih caranya untuk jadi member Xaidi? Apakah ada persyaratan tertentu untuk ikutan seperti batasan umur?
Asto: Kalau batasan umur sebenarnya nggak ada karena kami dari yang anak kecil pun kayak 10 tahun gitu ada dan yang paling tua nggak tau sih berapa umurnya… tapi bapak-bapak sih kebanyakan. Jadi kami nggak batasi umur sama sekali. Cara gabungnya tinggal klik link yang ada di Instagram, isi, dan nanti otomatis masuk member. Link-nya ada di bio di Instagram kami, tinggal klik aja. Nanti akan dikontak sama mas-mas admin. Mas-masnya baik kok.
Kami nggak mau memberatkan para member, jadi ketika dia mau jadi member aja, tanpa bikin Xaidi Pass itu gratis.
Tapi ketika dia mau punya Xaidi Pass, itu berbayar, dan kami bikin semacam package lah. Ada kartunya, yang juga bisa dipakai jadi uang elektronik, dan ada sticker pack.
Member-member Xaidi terbentuk dari orang-orang yang bekerja di bidang apa?
Asto: Bidang ya? Awalnya sih karena teman-teman kantor yang main jadi banyak graphic designer.
Pierre: Industri kreatif, sih.
Asto: Ada industri musik, terus ada yang illustrator. Tapi karena member sudah semakin banyak, jadi sudah makin meluas sih. Pekerja-pekerja BUMN gitu juga udah ada.
Dalam gathering Xaidi, apakah member melihat gathering ini sebagai hal yang ‘santai’ atau sebenernya ada sisi kompetitifnya?
Widi: Awalnya kami mainnya santai. Tapi makin ke sini, kami punya formulasi bagaimana gathering ini bisa tetap santai, fun, tapi tetap ada sisi kompetitifnya. Akhirnya terciptalah rules yang kami formulasikan dan cukup menyenangkan.
Tapi pada akhirnya akan terbagi juga sih, ada orang yang tetap berkompetisi, tetap datang untuk ngincer hadiah segala macam, itu akan terlihat. Ketika hadiahnya banyak, peserta lebih banyak. Tapi ada juga yang tetap konsisten datang meskipun hadiahnya nggak yang terlalu menarik. Jadi tetap ada dua sisi: ada yang kompetisinya serius, ada yang datang weekly hanya untuk ketemu.
Bagaimana tanggapan Xaidi terhadap Beyblade yang sekarang mulai diminati lagi bagi banyak orang?
Widi: Kalau dari sisi weekly gathering, yang menyenangkan adalah kami punya player baru setiap minggunya, yang dari luar Jakarta pun ada. Bahkan ada yang datang jauh-jauh dari Surabaya, flight ke Jakarta hanya untuk main Beyblade, terus besoknya balik lagi kerja di Surabaya. Ada yang kayak gitu.
Jadi yang menyenangkan dari Beyblade dilihat dari banyak hal. Pertama, player-nya makin banyak, temennya makin banyak. Kedua, untuk scope komunitas, otomatis registrants kami jadi lebih banyak. Ketiga, dengan banyaknya minat yang ada di masyarakat terhadap Beyblade, otomatis distributor juga melihat ini dan memasukkan stock Beyblade lebih cepat, yang tadinya kami sering ketinggalan rilisan sama negara tetangga, sekarang jadi bisa lebih cepat, dan official tournament jadi lebih banyak.
Tapi sisi minusnya adalah banyak orang yang memanfaatkan supply yang overstock untuk di-scalp dan dijual lagi. Itu hal yang wajar sih, tapi itu yang nggak menyenangkannya, di mana barang banyak, minat banyak, otomatis saingan belinya jadi lebih banyak juga.
Pierre: Tanggapannya ya terhadap Beyblade lagi ngetren lagi? Kalau jawabannya Asto sih… dia itu udah ngira.
Asto: Nggak, nggak haha bercanda, bercanda.
Pierre: Ya, sebenarnya nggak nyangka. Semi-semi ga nyangka lah, soalnya kami nggak ada ekspektasi awalnya. Pas mulai emang kami purely mau have fun aja sama temen-temen, dan ya… kalau bisa dapet sesuatu, dapet koneksi baru, dapet teman-teman baru, dapet experience baru. Itu yang jadi drive kami di awal, dan kalau sekarang Beyblade udah diminati banyak orang menurut kami bagus sih dan aktivitasnya positif lah.
Asto: Awalnya memang kaget sih tiba-tiba bisa jadi banyak yang suka, terus semakin banyaknya orang yang minat sama Beyblade, kami juga jadi seneng ya. Nah sekarang nih, dapet bocoran juga dari ordal yang nyetok Beyblade di Indonesia, kalau prioritas Beyblade itu sekarang di Indonesia.
Ada nggak tips dari kalian untuk orang-orang yang suka Beyblade, tapi takut untuk join komunitas?
Asto: Tipsnya adalah, pede aja, maju-maju aja. Karena ibaratnya gini: kalau misalnya lo takut kalah main Beyblade, gue sebagai ketua Xaidi itu nggak pernah juara. Dan ketika orang lain pakai meta, gue nggak mau banget pakai meta. Gue mau ngulik yang nggak sesuai meta, pokoknya gue pengen combo gue beda, aneh sendiri, dan nggak menang pun yaudah, nggak masalah.
Jadi nggak perlu takut, karena di sini pun kami juga nggak sinis. Kami welcome banyak orang-orang baru. Kayak si Ilman juga baru bergabung dan dia jadi enjoy di sini. Terus juga bisa tanya-tanya ke kami soal combo dan segala macam. Apalagi di Xaidi, kami selalu menerapkan untuk orang baru: jangan takut untuk join.
Widi: Gue pribadi dan temen-temen lain selalu encourage, kalau nggak punya dateng aja, nanti pasti kami pinjemin. Jadi kami selalu welcome orang baru dengan cara ngeracunin, pake aja dulu, nanti kan tiba-tiba pas dipakenya enak, dia nanya bayar berapa nih? Gue bayarin. Jadi untuk ngeracuninnya ya… pinjemin aja dulu.
Asto: Ngeracunin pake yang meta, dia menang, dia senang.
Widi: Kalau udah nyaman, masa iya nggak mau dibayarin? Soalnya biasanya yang menghambat orang kan terkait budget ya, harus beli banyak, harus ini, harus itu. Padahal mungkin part yang dibeli itu belum tentu dipake terus-terusan. Jadi kami yang udah main duluan dan punya part lebih banyak ya willingly banget sih untuk pinjem-pinjemin. Asal ya, saling bertanggung jawab aja
Pierre: Cobain dulu aja, nggak punya juga nggak apa-apa kayak tadi Widi bilang kami pasti pinjemin. Rasain dulu aja experience-nya, nanti pasti akan ada waktunya akan ketagihan lah kalau memang ini hobinya.
Apa aja sih yang harus disiapin kalau mau mulai serius main Beyblade?
Asto: Kalau keyword-nya serius, harus prepare banyak beli Beyblade, karena setiap part itu, misalnya, beli starter set, bisa jadi starter set-nya bagus, atau combo-nya bagus, tapi harus ganti part mid-nya atau bawahnya. Jadi harus siapin dan beli banyak kalau memang mau serius, karena itu memang diperlukan. Tapi kalau mau have fun doang, beli apapun juga bisa.
Widi: Kalau mau main Beyblade yang menyenangkan dan menangnya lebih cepat, mungkin beli yang meta dulu, karena nggak terlalu harus eksplorasi yang macam-macam combo-nya.
Pertama, biasanya orang pasti beli UX3 Wizard Rod. Dua yang paling baru meta-nya ada UX15 Sharp Scale Deck Set, terus dari situ bisa ke CX11 Emperor Might Deck Set. Terus yang terakhir, kalau masih ada, biasanya beli Phoenix Wing. Cukup beli 4 produk ini, dan tambah satu lagi, UX10, biasanya untuk customization. Beli 5 produk sebenarnya sudah cukup sih.
Jadi nggak harus semua rilisan baru dicoba, karena rilisan baru biasanya belum semua orang bisa pakai. Paling benar adalah cobain Beyblade yang udah paling sering masuk ke podium.
Asto: Kalau mau serius, harus banget siapin waktu juga. Karena setiap hari itu ada gathering, setiap komunitas punya jadwalnya masing-masing. Kami misalnya setiap Selasa, terus Rabu ada gathering komunitas lain. Setiap hari tuh ada aja gathering komunitas. Terus di setiap Sabtu dan Minggu itu ada turnamen. Jadi itu akan lumayan menguras waktu kalau memang mau serius banget.



