
Barry Likumahuwa Mewawancarai Dimansyah Laitupa, Niki Becker, Josh Flo, dan Kezi Stephanie Tentang Musik Indonesia Timur dan Semangat Lokalitas yang Khas
Barry Likumahuwa ngobrol bersama sederet musisi Musik Indonesia Timur yang akan tampil di Pesta Timuran Jaksel 2026.
Words by Whiteboard Journal
Images via Pesta Timuran Jaksel
Mungkin cara kita mengenal Musik Indonesia Timur banyak diwakilkan oleh potongan lagunya yang ramai berseliweran di jagat media sosial. Meminjam sedikit dari salah satu submisi Open Column kami yang ditulis oleh Early NHS (2026), “Orang Timur may sing, dance, and make all of us move until morning. But they also have the right to be angry. And when they are angry, we should not turn down the volume. We should stop dancing for a moment and listen.”
Untuk itu, kami mengajak Barry Likumahuwa untuk ngobrol dengan sederet musisi Musik Indonesia Timur—yakni Dimansyah Laitupa, Niki Becker, Josh Flo, dan Kezi Stephanie, semua yang akan tampil di Pesta Timuran Jaksel 2026—buat kita mendengarkan lebih dalam lagi akan apa yang terkandung dalam lagu-lagu padat groove ini.
Dimansyah Laitupa
Apa yang ada di pikiran kalian waktu mendengar kata Musik Indonesia Timur?
Ada dua kata yang beta pikirkan ketika mendengar kata Indonesia Timur. Yang pertama, galau ancur – so pasti, yang kedua, joget Patamayang.
Terus, musik Indonesia Timur juga identik dengan musik tropis, pantai, kekeluargaan, dan yang terakhir, joget yang serasi.
Apa yang menjadi ciri khas dan karakter musik Indonesia Timur?
Menurut aku, yang menjadi ciri khas dari lagu-lagu Timur tuh, yang pertama sudah pasti liriknya, itu sangat kental dengan logat Timur. Terus, yang dibicarakan dalam lagunya tuh sangat dekat sekali dengan kehidupan kita di Timur sana, itu yang membuat dia beda dari musik yang lain. Terus yang kedua, kita tuh punya rhythm yang saaangat ciri khas. Itu bisa ditemui di lagu “Tobelo,” “Ambon Manise.” Temen-temen kalau denger lagu dari Timur tuh pasti ada rhythm yang khas gitu. Oh, sekali kita dengar, [langsung tahu bahwa ini adalah] lagu Timur nih.
Masih ingatkah lagu pertama yang membuat kalian ter-expose dengan Musik Indonesia Timur?
Lagu pertama yang membuat beta terekspos sama musik Timur, ada tiga: “Dingin” dari bung Doddie Latuharhary, “Jang Cuma Tagal” dari Naruwe, dan “Semakin Beta Cinta” dari kakak Yochen Amos. Jangan lupa, ada banyak sebenarnya.
Siapa nama-nama musisi dari Indonesia Timur yang layak dijadikan icon menurut kalian?
Menurut beta, yang layak menjadi ikon musisi Timur itu ada bung Glenn, tante Ruth Sahanaya, bung Utha Likumahuwa, oom Harvey Malaiholo… aduh, banyak banget lagi. Dari kalangan milenial ada kaka Andmesh Kamaleng, kaka Fresly Nikijuluw, kaka Toton Caribo.
Apa harapan kalian untuk perkembangan Musik Indonesia Timur di masa mendatang?
Harapan beta buat musik Indonesia Timur di masa mendatang, semoga semakin diterima di nasional, orang semakin tahu kita punya identitas sebagai musik Timur. Yang kedua, semakin banyak regenerasi talent-talent yang bagus buat melanjutkan estafet musik ini. Terus yang ketiga, yang terpenting, katong punya kekayaan budaya, bahasa, itu harus selalu dilibatkan dan dijaga. Karena saat perkembangan musik modern sekarang, hal itu dijadikan katong kekuatan – itu yang bikin katong beda.
Kezi Stephanie
Apa yang ada di pikiran kalian waktu mendengar kata Musik Indonesia Timur?
Yang muncul di pikiran aku, vibe – vibe yang luar biasa asik. Musiknya tuh punya warna suara sendiri dan bikin suasana jadi lebih hidup, dan enak banget buat didengar kapan aja. Menurut aku, musik Timur itu salah satu musik yang paling easy listening.
Apa yang menjadi ciri khas dan karakter musik Indonesia Timur?
Selain dari pemilihan katanya, menurut aku ciri khasnya ada di irama dan cara penyampaian lagunya. Banyak lagu yang sederhana tapi feel-nya dapet banget, jadi gampang banget buat masuk di telinga pendengar, dan, yang paling penting, musik Timur itu selalu membekas di pikiran dan telinga pendengar.
Masih ingatkah lagu pertama yang membuat kalian ter-expose dengan Musik Indonesia Timur?
Lagu pertama yang aku dengar yang bikin aku kenal sama musik Indonesia Timur adalah “Danke” dari Doddie Latuharhary. Karena menurut aku, itu adalah salah satu lagu yang nggak mungkin orang-orang nggak tahu – iconic banget, dan ngena banget di hati.
Siapa nama-nama musisi dari Indonesia Timur yang layak dijadikan icon menurut kalian?
Kalau menurut aku, selain ka Doddie Latuharhary, ada ka Justy Aldrin, Toton Caribou, dan lain-lainnya yang layak banget menjadi icon karena mereka berhasil membuat musik Indonesia Timur semakin dikenal luas.
Apa harapan kalian untuk perkembangan Musik Indonesia Timur di masa mendatang?
Harapan aku, semoga musik Indonesia Timur semakin berkembang lebih pesat dan luas lagi, makin banyak didengar oleh orang dari berbagai daerah, dan semakin banyak musisi berbakat yang muncul tanpa kehilangan ciri khas yang membuat musik Indonesia Timur begitu spesial.
Josh Flo
Apa yang ada di pikiran kalian waktu mendengar kata Musik Indonesia Timur?
Tentu saja musik yang penuh akan kehangatan, warna, dan juga musik yang sangat-sangat identik dengan nuansa positif, melodi yang energik, dan musik yang friendly – membuat kita semua ingin untuk bernyanyi dan bergerak bersama lantunan irama dan melodinya.
Apa yang menjadi ciri khas dan karakter musik Indonesia Timur?
Pada lantunan musik, ketukan, dan juga nuansa yang sangat berbeda karena cenderung memiliki groove yang sangat kuat, ciri khas yang kental, dan sentuhan tradisional yang masih sangat melekat di karakteristik musik Indonesia Timur ini, yang membuat kita merasa lebih menyatu dengan musik ini, dan ingin untuk bernyanyi dan berdansa bersama dengan musik Indonesia Timur.
Siapa nama-nama musisi dari Indonesia Timur yang layak dijadikan icon menurut kalian?
Tentu saja, Indonesia Timur memiliki musisi-musisi yang sangat hebat dan kejayaannya masing-masing, dari zaman ke zaman. Bagi saya, musisi Indonesia Timur yang saya anggap sebagai icon adalah Glenn Fredly, Utha Likumahuwa, Edo Kondologit, Andmesh, dan Mario G. Klau.
Apa harapan kalian untuk perkembangan Musik Indonesia Timur di masa mendatang?
Harapan saya, semoga musik Indonesia Timur ini dapat terus berkembang, beradaptasi dengan segala perkembangan musik di Indonesia, dan dapat lebih diterima lagi oleh seluruh kalangan Indonesia, dan semoga bisa menjadi teman berdansa bagi orang-orang yang sudah merindukan untuk berdansa mengikuti lantunan musik.
Niki Becker
Apa yang menjadi ciri khas dan karakter musik Indonesia Timur?
Musik yang bikin bergoyang. Yang menjadi ciri khas dan karakter musik Indonesia Timur, groovy. Grooviness Indonesia Timur, gitu. Groovy musiknya, penyanyinya. Jadi, mulai itu nyanyiin lagu slow beat ataupun upbeat, kayak punya ciri khasnya sendiri, gitu.
Masih ingatkah lagu pertama yang membuat kalian ter-expose dengan Musik Indonesia Timur?
Lagunya Doddie Latuharhary, “Cinta Semata Wayang.”
Siapa nama-nama musisi dari Indonesia Timur yang layak dijadikan icon menurut kalian?
Karena aku personally suka Mitha Talahatu, I will say her. Dan, ini orangnya sudah tiada sih, tapi Bung Glenn Fredly.
Apa harapan kalian untuk perkembangan Musik Indonesia Timur di masa mendatang?
Aku secara personal suka banget, senang, dan juga bangga banget karena bukan hanya orang-orang Indonesia Timur aja nih sekarang yang bisa menikmati lagu musik-musik Indonesia Timur, tapi semua orang juga suka—satu Indonesia, lah. Bahkan juga aku berharapnya sih semakin di-notice sampai mancanegara gitu. Itu sih, harapanku untuk perkembangan musik Indonesia Timur.
