Music

10.07.17

Membaca Pergerakan Kaum Muda Kuala Lumpur

Mengunjungi Ibukota Malaysia, Kuala Lumpur dan menemukan berbagai gairah kreatif dari anak mudanya. Mulai dari toko musik, galeri seni kontemporer, ruang arsitektur hingga desain. Sembari mengevaluasi diri mengenai apa yang bisa kita bangun untuk kota yang kita tinggali.

07.07.17

Gimme 5: Andika Surya

oleh: Muhammad Faisal Andika Surya dikenal sebagai gitaris dari unit chaotic-hardcore, ALICE dan kini dengan moniker barunya, Collapse yang bermain indie/alternative rock. Namun ternyata di luar itu, Dika menggemari musik buatan Frank Ocean. Kali ini, melalui Gimme Five, Andika menuturkan lima lagu terbaik Frank Ocean versinya. Berikut adalah daftar lengkapnya. Setelah melihat tweet dari Tyler The Creator yang merekomendasikan lagu ini, saya langsung dengerin dan ini lagu pertama yang membuat saya jatuh cinta sama album Blond(e). Aransemennya lembut, part pianonya hypnotize banget. Saya repeat 8-10 kali sebelum move on ke lagu berikutnya. Dan hanya Frank Ocean yang bisa memanggil Beyonce untuk dijadikan backing vocal di lagu ini. Bagian lagu hanya layer-layer suara latar saja, gak terlalu dipaksakan namun on point. Di samping itu otak di balik lagu ini adalah Pharrell jadi gak diragukan lagi kualitasnya Klasik. Biasanya akan terasa aneh untuk pengalaman pertama kali mendengarkan lagu Frank Ocean, namun setelah yang kedua kali akan bikin ketagihan; apalagi opening piano + beats-nya buat saya itu memorable banget, dan ending di verse bagian 1 itu ngena banget. Di samping itu Frank Ocean mereferensikan sutradara favorit saya, Gaspar Noe di lirik verse bagian 1. Lagu ini pun menjelaskan mengenai sexual identity dia. Pertama kali denger lagu ini saya skip karena terlalu stagnan. Tapi setelah diulang-ulang saya makin suka dan ternyata letak keindahannya itu ada di kestagnanan itu sendiri, plus liriknya yang kuat. Entah kenapa secara emosional saya terkoneksi dengan lagu ini. Oiya, jangan lupakan kalo lagu ini adalah lagu putus cintanya dia dengan seorang model. Emo shit. Pertama kali dikenalkan sama Frank Ocean ya lewat lagu ini. Lagu yang membuat saya jatuh cinta sama dia. Yang bikin saya melongo dan melamun yaitu dari departemen liriknya yang deep banget; ketika dia melakukan sebuah pengakuan pada supir taksi di kursi belakang taksi mengenai cinta dia dengan seorang pria yang bertepuk sebelah tangan. Lagu ini dibagi menjadi 3 bagian yang nuansanya berbeda-beda. Di verse bagian 2 adalah part paling ajaib dari lagu ini. Ketika beat switch drop saya langsung merinding. Dan di sini Frank Ocean benar-benar explore sampai struktur lagu dan beat yang non-tradisional. Menurut saya ini lagu paling powerful di album Blond(e) dari segi musikalitas dan lirik.

23.06.17

Gimme 5 : Muhammad Fahri

Muhammad Fahri adalah gitaris dari unit horror punk, “Kelalawar Malam”. Di panggung, ia dikenal dengan nama “Fahri Al-Maut” dimana ia bersama Kelalawar Malam menawarkan bangunan musik dengan ritme dan nuansa horror yang mencekam. Dalam episode Gimme 5 kali ini, kami mengundang Fahri untuk memilih lima album musik pilihannya. Berat, agresif, sekaligus melodis. Lagu - lagu di album ini cocok dinyanyikan bersama sembari mengasah kapak perimbas dan menunggu serangan dari dusun tetangga. Remission mungkin terdengar lebih laki - laki, tapi Crack the Skye membuat saya ingin mempelajari ilmu kebalnya Grigori Rasputin walaupun katanya itu hanya sebatas mitos. Jangkauan vokal bagai orang kerasukan, instrumen yang tampak lebih pantas digunakan untuk berburu macan di pedalaman, dan pertunjukan yang lebih mirip ritual tolak bala ketimbang sekedar konser musik. Senyawa adalah sekte. Lebih dari sekedar grup world music, Suarasama memainkan komposisi yang variatif, poliritmik, namun tetap terdengar natural. Album ini seketika membuat saya menjadi fanboy Irwansyah Harahap. Adik saya yang pertama kali memperkenalkan saya pada Rabu. Debut album ini disertai dengan kemasan yang menarik. Besek berisi cakram padat dan perlengkapan sesajen sederhana. Putar album ini untuk menghadirkan Asu Baung dalam tidur mu.

12.06.17

Seleksi Karya: The Jadugar

Video menjadi medium yang ikut mengembangkan subkultur musik pop pada dekade 90-an hingga medio 2000-an lewat pengaruh MTV yang diadaptasi di banyak negara. Adalah The Jadugar, sebuah proyek dari duo videomaker yang banyak membuat video klip untuk beberapa unit musik dalam negeri sidestream maupun mainstream saat itu. Henry “Betmen” Foundation dan Anggun Priambodo berbagi bingkai dalam karya video musik mereka yang terkesan kitsch dengan banyak memproduksi elemen sederhana.

07.06.17

Titian Muhibah bersama Arif Ramly

Arif Ramly adalah seorang pria muda Malaysia yang menghidupkan di skena musik independen Malaysia bersama yang band sempat ia manajeri, juga melalui aktivitasnya di The Wknd. Selepas menyantap nasi lemak dan nasi Kelantan di sebuah kedai di Jalan Indera Mahkota, Kuantan, kami menyodorkan banyak pertanyaan kepada Arif Ramly di kedai buku/musik miliknya, Coastal Store.

15.05.17

Seleksi Karya: XL Recordings

XL Recordings merupakan sebuah kolektif turunan Beggars Group yang didirikan Nick Halkes, Richard Russell, dan Tim Palmer pada tahun 1989. Sempat mengalami reformasi genre yang dibawa di awal kemunculan, mereka berhasil melewati lintasan zaman sebelum akhirnya meraih kesuksesan. Melahirkan deretan musisi ikonik mulai dari The Prodigy, Radiohead, sampai Adele, berikut adalah beberapa album terbaik yang pernah dilahirkan XL Recordings.

Load More Articles whiteboardjornal, search

Subscribe to the Whiteboard Journal newsletter

Good stuff coming to your inbox, for once.