We talked with the people behind the Chinese football collective, ANAR FC, to talk about how youth-driven football scenes merge with art, to what it is that makes the Asian football culture – compared to its European counterpart – hits different.
Dalam submisi Open Column ini, Aditya Gumay merespons segala memori dan luka yang membekas di sudut-sudut kota, dan bagaimana kota memiliki peran penting dalam merawat ingatan kolektif terhadap siklus kekerasan negara.
We had an interview with Takashi Ogami, the Editor/Producer/Founder of SHUKYU Magazine to lap around topics that shapes the football culture today, from Japan, Indonesia, and beyond.
Kami berbicara dengan Sunlotus tentang beban eksotisme sebagai band dari Blora, budaya encore di panggung-panggung Asia, sampai shoegaze yang datang layaknya rezeki.
Merespons manuver-manuver yang ditempuh oleh marketing suatu brand dan backlash netizen, kami kumpulkan insights dari Ecommurz, Sismita Sasmita, dan Bambang Sumaryanto untuk mempertajam awareness terhadap bentuk-bentuk marketing campaign.
Dalam segmen pertama W_Circle, kami bertemu Reyhan Biadillah dari komunitas Indonesia Graveyard untuk mengeksplor lebih dalam tentang makna makam, pengalaman mereka blusukan ke makam, dan sejarah-sejarah dari makam yang mereka pernah temui.