Oktober lalu, kami berkesempatan ngobrol dengan John Paul Patton dan I Gusti Viki Vikranta dari Kelompok Penerbang Roket. Dalam perbincangan ini, keduanya membahas latar emosi di balik ‘TIGOR,’ tantangan mereka dalam berkarya di era rentan akan pembungkaman, serta pandangan mereka tentang musik sebagai medium untuk melawan dan bersuara di tengah situasi sosial dan politik yang kian mengganggu.
Amidst his committed schedule for Museum MACAN, we met Olafur Eliasson to talk about his immediate view of Indonesian’s local and colonial history, art and sustainability, and artwashing.
Dalam submisi Open Column ini, Rendy Manggalaputra menempatkan pembaca di barisan terdepan pengalaman warga yang digentayangi bayang-bayang Orde Baru, terlebih di mana hantunya terus bermunculan di tiap celah negara.
We sat down with Banu Mushtaq during Ubud Writers & Readers Festival 2025, exploring her award winning book, Heart Lamp: Short Stories, and how solidarity can be one of the hopeful movement in tackling patriarchy.
Dalam submisi Open Column ini, Ramadhan dan Balqist Aroma Bunga mengangkat bagaimana isu kepemilikan rumah, lingkungan, dan batu bara sama-sama berkelindan, dan salah satu cara kita meresponsnya adalah dengan kesadaran kolektif.
Dalam liputan yang didukung oleh Pulitzer Center ini, Antonia Timmerman dan Rio Tuasikal mengupas bagaimana AI generatif berat kaitannya dalam membuat kita tumpul akan kekaryaan.