Berbincang dengan komedian Pandji Pragiwaksono, Sakdiyah Ma’ruf, hingga Adriano Qalbi soal political correctness dan penggunaan dark comedy pada era yang semakin progresif.
Membahas soal bagaimana Twitter telah menjadi platform untuk menyuarakan pendapat demi keadilan sosial, tapi di saat yang bersamaan dapat pula “meredupkan” suara.