Buku berisi dua belas cerita itu menceritakan fiksi spekulatif yang beresonansi pada budaya Batak dan kelindan hidup sebagai seorang kelas pekerja Kristen dengan perspektif queer.
Berlangsung dalam kurun waktu lima tahun sekali sejak 1955, documenta diselenggarakan di Kassel melalui komunitas seniman, pekerja budaya, dan para pengunjung.