Let There Be Noise: Gelombang Musik Keras Indonesia, buku yang menelusuri perjalanan musik keras di Indonesia sejak awal kemunculannya di 1980-an, mengulas bagaimana skena ini tumbuh, berubah, dan bertahan hingga 2025.
Pelteras mengajak kami menembus kabut nada disonan untuk menemukan cerita tentang harapan dan suara yang lahir dari kegelapan, posisi mereka di tengah laju AI, hingga peran visual dalam membingkai suara.
Dalam submisi Open Column ini, Gisela Swaragita menangkap bisik-bisik yang terus berbising di Jakarta, sekaligus menghidupkan "suara-suara" itu yang lahir dari dinamika musik, kelindan antar warga, dan opini lantang kita yang menolak untuk dibungkam.
Mengajak teman-teman dan penggemar Big Thief, kami berkesempatan untuk ngobrol dengan Buck Meek untuk membahas caranya tetap tumbuh sebagai personil dalam band, humor, sampai inisiatif dari Big Thief untuk melawan kejahatan kemanusiaan yang kita lihat di Palestina.
Dalam submisi Open Column ini, Esha Tegar Putra menceritakan apa yang ia serap dari pertunjukan kelompok Teater Sambilan Ruang di perhelatan Djakarta International Theatre Platform 2025, terlebih mengenai bagaimana kuratorial platform tersebut mengakomodasi ruang keberagaman dan inklusivitas.
Sekalian merayakan kolaborasi Dongker dan Jason Ranti, kami menyempatkan untuk ngobrol bersama sekumpulan sosok-sosok ini untuk membahas banyak hal: mulai dari rasa bosan, penggunaan satir dalam karya, hingga pengalaman spiritual di Roblox.