Kami berbincang dengan penggiat Ruang Terbuka Hijau (RTH), Nirwono Joga tentang dialog antara pemerintah dan masyarakat yang seringkali terlupakan dalam menata ruang di Jakarta untuk mencapai konsep kota layak huni.
Dengan karakter yang kuat pada karyanya yang selalu bermain di antara suasana kekanakan dan kengerian, Natasha Gabriella Tontey menjadi salah satu seniman muda yang telah menunjukkan potensinya. Di antara pameran Little Shop of Horrors yang ia buat di Footurama, Whiteboard Journal berbincang dengannya mengenai bagaimana latar belakangnya membentuk karakter, tantangan dalam karyanya serta ketakutan personal yang ia berusaha taklukkan.
Walau genre satir dalam literatur sudah berkembang sejak zaman dulu, namun beberapa tahun belakangan publik mulai “terhibur” dengan format satir dalam bentuk komik ala Matt Groening dan Jean Jullien. Salah satu seniman yang menghadirkan satir tersebut adalah Reza Mustar aka Azer. Selain sibuk sebagai penyiar di RURU Radio, Azer juga dikenal dengan moniker Komikazer. Kami menemuinya di rumah untuk membahas sindiran halus yang ia coba sampaikan lewat komik.
Andina Dwifatma adalah seorang penulis dan pengajar di salah satu universitas swasta di Indonesia. Whiteboard Journal menemuinya di sela kesibukannya sebagai pengajar untuk membahas guna fiksi sebagai alat penyampaian premis yang mampu menawarkan dunia alternatif bagi manusia.
Soleh Solihun adalah seorang public figure yang tengah menekuni banyak profesi antara lain jurnalis, MC, stand-up comedian, dan aktor. Whiteboard Journal mengunjunginya untuk membahas beragam profesinya, pandangannya terhadap fenomena vlogger, dan harapannya kepada industri film komedi.
Heri Pemad adalah salah satu motor penggerak kancah seni rupa Indonesia yang berkecimpung di bidang art management. Bersama Heri Pemad Art Management, ia secara konsisten menghelat pameran seni rupa kontemporer akbar berskala internasional yang sudah berlangsung selama 9 tahun (sebelumnya bernama Jogja Art Fair). Whiteboard Journal berkesempatan untuk berbincang dengan Heri Pemad perihal kondisi seni rupa dan infrastrukturnya di Indonesia, serta kelangsungan Art Jog mendatang.