Art

26.07.17

Imaji dan Video bersama Renan La-ruan

Latar belakangnya di psikologi tidak membatasi kurator muda asal Filipina, Renan La-ruan dalam mengkritisi karya seni dengan riset dan standar berbeda. Whiteboard Journal menemui Renan sebelum pameran OK. Video: OK. Pangan untuk menanyakan pandangannya tentang sifat video art dan politik pangan yang kini seksi dikembangkan menjadi sebuah karya seni.

14.07.17

Gimme 5: Ratta Bill

Kebanyakan orang tahu Ratta Bill dari bandnya bernama Bedchamber, tapi mungkin sedikit yang tahu kalau dia juga adalah desainer grafis dan sudah pernah mendesain album sampai poster konser. Nah, pada Gimme 5 kali ini, kami menanyakan hal selain musik, yakni - tentu saja - 5 album yang cukup dalam menginspirasinya sebagai desainer grafis. Memang banyak seniman visual yang oke di Amerika dan Eropa, namun langkah menarik diambil oleh Flying Lotus saat ia justru memilih komikus horror Jepang Shintaro Kago untuk mengerjakan nya. Dengan gaya horornya yang dan , seakan , hasil benar-benar mengesankan dan dengan kesan yang ingin disampaikan oleh musiknya. Kalau di atas masih kurang, mungkin bisa cek bagaimana tiap disajikan dengan seri yang brutal di internet. Ini personal, tapi dari dulu saya memang mengagumi mbak Claire Boucher dengan segala ambisi dan idealisme yang ia tumpahkan pada proyek solo elektronik popnya, Grimes. Ia mempunyai visi artistik yang kuat, baik dari segi musik dan visual, dan untuk meraih ideal tersebut seringkali ia turun langsung untuk memproduksi karya-karyanya semuanya sendiri. Pada yang ia kerjakan ini, ia meminjam gaya horor Jepang () dengan layout yang menarik untuk merepresentasikan album kedua Grimes yang memiliki spektrum cukup luas baik dari segi referensi dan tema. Mari ambil waktu sejenak untuk mengapresiasi detail pada desain panel merahnya Parquet Courts adalah band art rock yang paling menarik saat ini. , lihat saja bagaimana musik mereka sangat selaras dengan yang dikerjakan sendiri oleh -nya, Andrew Savage. Artistik, , penuh humor dengan penataan yang seenaknya, seakan Savage sudah menelan semua materi kelas seni dan desain matang-matang untuk kemudian dimuntahkan lagi bersama Parquet Courts. Etos punk bermain tidak hanya pada musiknya, namun juga pada kontribusi nya. Seringkali karya terkesan membosankan, bahkan terasa sebagai jalan pintas karena malas menggali ide yang lebih dalam. Namun saya tidak bisa memungkiri betapa berhasilnya Rage Against The Machine memparodikan karya Love oleh Robert Indiana menjadi “Rage.” Sulit rasanya untuk menemukan band hardcore punk yang memiliki gaya visual sekuat Black Flag. Tema ofensif dan garis yang tegas, beberapa artwork hasil garapan Raymond Pettibon seperti Slip It In, Police Story dan Jealous Again benar-benar membentuk karakter Black Flag hingga menjadi band hardcore punk paling pada masanya. Kejanggalan proporsi yang menunjukkan bagaimana ia tidak pernah mengambil pendidikan seni justru membuat kesan karyanya semakin kuat sebagai salah satu representasi skena musik di Amerika era 80an, tapi tolong jangan bicarakan tentang dari album terakhir Black Flag.

10.07.17

Membaca Pergerakan Kaum Muda Kuala Lumpur

Mengunjungi Ibukota Malaysia, Kuala Lumpur dan menemukan berbagai gairah kreatif dari anak mudanya. Mulai dari toko musik, galeri seni kontemporer, ruang arsitektur hingga desain. Sembari mengevaluasi diri mengenai apa yang bisa kita bangun untuk kota yang kita tinggali.

05.07.17

Gambar Bergerak bersama Wahyu Aditya

Wahyu Aditya, akrab disapa Wadit adalah salah satu penggerak dunia animasi lokal. Bersama Hellomotion yang digagasnya, ia telah mendedikasikan diri untuk melahirkan talenta desain baru yang berkualitas. Whiteboard Journal berbincang dengannya mengenai pendidikan desain dan potensi animasi lokal untuk membuat karya ala Pixar atau Ghibli.

03.07.17

Seniman Mengajar

Mengunjungi salah satu titik terluar Indonesia bersama Iman Fattah yang terpilih menjadi bagian dari program Seniman Mengajar yang diinisiasi oleh Kementrian Pendidikan. Melihat bagaimana keadaan di tanah yang berbatasan langsung dengan Malaysia sembari berbagi sekaligus belajar tentang kebhinekaan bersama masyarakat lokal.

30.06.17

Gimme 5: Naela Ali

Naela Ali adalah seorang ilustrator yang cukup mencuri perhatian melalui dirilisnya Stories for Rainy Days, sebuah artbook yang berisi curahan hatinya. Karya Naela Ali dapat dikenal melalui gaya ilustrasinya yang naif namun terasa sangat personal. Dalam episode Gimme 5 kali ini, kami mengundang Naela untuk menuliskan 5 sumber inspirasi bagi dirinya. Buku apa saja, baik fiksi maupun nonfiksi. Mulai dari novel, komik hingga artbook. Dengan banyak membaca jadi menambah pengetahuan saya dan membuat saya lebih peka terhadap hal-hal di sekitar saya. Dari film, saya mengambil cerita atau kutipan quote yang menurut saya menarik untuk dijadikan ke dalam sebuah ilustrasi. Selain itu, pakaian, gaya dan warna dari film itu pun bisa saya tuangkan ke dalam ilustrasi. Setiap film memiliki karakter tersendiri. Ketika mendengarkan lagu, saya mencoba menghayati dan terbawa suasana. Dari situ, apa yang saya tangkap dari lagu itu kemudian bisa memberikan saya inspirasi dalam berkarya. Seperti jika lagunya happy, saya akan menggambar sesuatu yang menyenangkan dan sebaliknya. Lirik lagu yang menarik perhatian saya pun bisa menjadi sumber inspirasi. Dia adalah film director asal Jepang. Film-filmnya mostly tentang kehidupan sehari-hari keluarga di Jepang, yang lembut dan tidak banyak intrik. Menggambarkan situasi apa adanya, warna filmnya pun lembut dan hangat dan menggambarkan kejujuran. Film-film Hirokazu Koreeda memberi saya inspirasi untuk membuat ilustrasi yang hangat dan lembut, dan yang terpenting, apa adanya. Cheesy as it may sounds. Tetapi saat berkarya, feeling mengambil peranan penting. Apa yang saya rasakan momen itu, kemudian menjadi inspirasi saya. Saat saya lagi sedih, atau pun senang (yang paling penting perasaan itu harus kuat), kemudian saya akan berkarya mengikuti saya feeling. Entah kenapa akan menjadi sangat mengalir.”

Load More Articles whiteboardjornal, search

Subscribe to the Whiteboard Journal newsletter

Good stuff coming to your inbox, for once.