Melati Suryodarmo adalah seorang performance artist yang tahun ini dipercaya untuk menjadi Artistic Director Jakarta Biennale 2017. Whiteboard Journal menemuinya dan membahas mengenai hubungan Melati dengan performance art, tubuh, dan proses kreatifnya pada Jakarta Biennale.
“Self Explanatory” digagas oleh Dia.lo.gue Artspace untuk mewadahi perupa-perupa perempuan dan mendorongnya masuk ke dalam radar seni rupa kontemporer lokal.
Sekian tahun setelah kumpulan cerita pendeknya, Rain Chudori merilis novel pertamanya yang berjudul “Imaginary City.” Kali ini Rain mengajak kita melihat dan bertemu Jakarta di ruang paling personalnya.
Pada perkembangannya, Amerika melahirkan seniman dan gerakan seni rupa yang berpengaruh hingga kini, terutama di dunia seni rupa kontemporer. Setelah kemunculannya di akhir 50-an, genre ikonik seperti pop art hingga graffiti art muncul di sini, membuatnya menjadi negara dengan jejak seni rupa yang layak ditelusuri.
Secara sadar ataupun tidak, warna memiliki peran penting bagi kehidupan manusia. Tidak hanya membicarakan estetika dan keindahan semata, namun juga kemampuannya untuk merepresentasikan atau mengkomunikasikan suatu benda.
John McGlynn dikenal sebagai penerjemah dan editor bagi sastra Indonesia. Bersama Yayasan Lontar, ia telah memperkenalkan kesusastraan Indonesia pada publik global. Whiteboard Journal menemuinya saat Ubud Writers & Readers Festival 2017 untuk membicarakan 30 tahun berdirinya Yayasan Lontar hingga dunia penerbitan di Indonesia.