In this Open Column submission, Sheilla Njoto invites us to consider one thing in the pursuit that is modern love: Are we dating, or are we just self-marketing?
Through her first published essay, Fransisca Bianca ponders further on how the lingering sensation of past emotions can get some people hooked on an abusive yet inspiring addiction.
Pada column kali ini, Muhammad Hilmi menuliskan kegelisahannya mengenai pola di era modern yang mengesampingkan interaksi sosial antara individu yang tinggal di ruang hidup yang sama. Tentang bagaiamana individualitas bisa menjadi teror yang mengerikan, dan jarak yang mendekatkan, namun justru dimaknai sebagai jurang yang memisahkan.
Melalui submisi open column-nya, Azizi Al Majid berbagi mengenai seni, kajian di dalamnya serta bagaimana pengalaman estetik bisa menambah pengalaman saat mengapresiasi karya seni.
Pada submisi open column-nya, Nugroho menghidupkan kembali ingatan-ingatan tentang Stadion Lebak Bulus. Tentang teriakan yang dulu bersumber dari bangku penonton, juga aksi hingga sejarah yang pernah tercipta di atas rumputnya.
Melalui submisi open column-nya, Unies Ananda Raja mengulas mengenai bagaimana dua pemimpin tertinggi negara maju dunia, Trump sebagai perwakilan Amerika dan Macron sebagai perwakilan Perancis menyampaikan perspektif masing-masing mengenai masalah pemanasan global. Dan bagaimana keduanya luput untuk menemukan solusi sejati terhadap masalah bagi bumi ini.