In this Open Column submission, Sheilla Njoto invites us to consider one thing in the pursuit that is modern love: Are we dating, or are we just self-marketing?
Dalam submisi column ini, Argia Adhidhanendra (Noisewhore/The Store Front) menyuarakan keresahannya tentang promotor oportunis yang kerap memanfaatkan animo publik terhadap kemeriahan konser musik tanpa memberikan jaminan atas berbagai kerugian yang dialami, bobroknya ekosistem showbiz, hingga pentingnya mengetahui kredibilitas penyelenggara.
Dalam submisi column ini, Adli Dzil Ikram menelusuri muasal keputusan orang-orang untuk pergi meninggalkan rumah. Selain ada faktor-faktor seperti ketidaksesuaian nilai, penelusurannya menunjukkan kegagalan desain arsitektur juga berperan bagi suasana rumah yang tidak nyaman.
Dalam submisi column ini, Muhammad Rayhan mengungkapkan duka yang beriringan dengan penyelenggaraan Piala Dunia 2022 dan bagaimana perhelatan tersebut menjadi luka kolektif yang menimpa ratusan ribu keluarga pekerja migran di Qatar.
Dalam submisi column ini, Fahma Ainurrizka menceritakan kembali kisah tragis Gregor Samsa, tokoh utama dari novel Metamorfosa Samsa karya Franz Kafka, dan bagaimana hal tersebut telah menjelma menjadi realitas yang dihadapi manusia modern setiap harinya.
In this open column submission, Miriam shares the complexities of living with her divorced parent, which led her to wonder if she no longer loves her mother or if it's a normal stage of growing up.
Dalam submisi column ini, Hanindito Buwono merefleksikan pengalamannya selama kurang lebih setahun berkecimpung dalam dunia kerja dan bagaimana pengetahuannya tentang fenomena quiet quitting mengubah pandangannya tentang hustle culture.