In this Open Column submission, Sheilla Njoto invites us to consider one thing in the pursuit that is modern love: Are we dating, or are we just self-marketing?
Dalam submisi Open Column ini, Dinar Maharani Hasnadi mengenang puisi-puisi Joko Pinurbo sekaligus menyentuh bagaimana perasaan dalam menulis memiliki bobot yang lebih nyata ketimbang diksi yang sulit, dan mengingatkan kita juga akan nilai terapeutik yang terkandung dalam menulis secara ekspresif.
Dalam submisi Open Column kali ini, Muhammad Zaidan menjabarkan interpretasi dan refleksinya dari lagu “Membebaskan Hujan dari Tirani Puisi” karya Morgue Vanguard.
In this Open Column submission, Samantha Dewi Gayatri writes her concern on the trending show that glorifies academic achievements, where this "pursuit" may exacerbate social inequalities, turning education into a status symbol rather than a means for social mobility.
Dalam submisi Open Column ini, Rinaldi Fitra Riandi menuliskan bagaimana lagu Bernadya bisa menjadi titik mula yang baik untuk kita memahami cara menghadapi patah hati, dan pentingnya cuti patah hati.
Dalam submisi Open Column ini, Firman Imaduddin memaparkan kritik tentang mismanajemen energi oleh PLN dan bagaimana pemerintah mendorong warga Indonesia untuk menggunakan listrik secara jor-joran.
Dalam submisi Open Column ini, Ahmad Abu Rifai menyoroti diskriminasi yang tertanam pada suku Samin sejak era kolonialisme dan makin tereskalasi pasca tragedi kekerasan yang terjadi di Kecamatan Sukolilo, Pati, Jawa Tengah.