Backstage Life Bareng Grrrl Gang di Episode Kelima Vindy Ngapain?
Tahun ini Grrrl Gang mendapatkan kesempatan untuk menjadi salah satu line up di We The Fest 2019, dan Vindy diperbolehkan untuk mengikuti aktivitas mereka.
Setelah merilis ulang album Starlit Carousel milik Frau di tahun 2015, Nirmana Records merilis album Greatest Pledge Articles dari grup musik punk asal Yogyakarta, DOM 65. Album yang sebelumnya telah dirilis tahun 2005 ini akan dirilis ulang menjadi 2 keping piringan hitam yang berisi 8 lagu original ditambah 3 lagu demo rekaman yang hampir terhapus keberadaannya. Rencananya album tersebut akan disebar dengan jumlah yang amat terbatas pada Records Store Day tanggal 22 April 2017. Album Greatest Pledge Articles adalah warisan subkultur punk Jogja yang berharga. Dirilis 10 tahun lalu, album ini menyandingkan DOM 65 dengan nama-nama penting semisal Marjinal dan Homicide yang tengah mewarnai skena musik bawah tanah loakl. Ketika musik punk tradisional melakukan retrospeksi ke tahun ‘90 atau ‘80-an, DOM 65 memilih berkembang. Musik punk yang DOM 65 sajikan mempertahankan muatan kritik pada taraf keseharian. Balutan lirik berbahasa Inggris yang fasih dengan metafora yang simbolis menjadikan slogan anti kemapanan yang biasa digaungkan subkultur punk dibalut dengan eksplorasi musik yang genap. Nirmana Records Wirosaban Barat no 3 Kelurahan Sorosutan Kecamatan Umbulharjo Yogyakarta 55162 Telp +6285643009700 f: Nirmana Records t: @nirmanarecs i: @nirmanarecs
Bagi para penggemar Gorillaz, beberapa minggu ke depan mungkin merupakan waktu-waktu yang baik. Setelah hampir 6 tahun sejak album terakhir Gorillaz dirilis, akhir bulan ini album Humanz akan menyusul. Lagu ‘Hallelujah Money’ yang menggaet Benjamin Clementine sudah diperdengarkan sejak akhir tahun lalu. Mungkin, untuk menjawab rasa bersalah atas janji mereka merilis album barunya di tahun 2016. Tanggal 24 lalu, 4 lagu mereka dirilis dalam video musik di YouTube termasuk secara mengejutkan, lagu ‘We Got The Power’ yang dikerjakan bersama Noel Gallagher dan Jehnny Beth. Mereka langsung mengadakan secret gig di London untuk keesokan harinya. Album ini dianggap istimewa karena pengerjaanya memakan waktu yang panjang dan proses rekamannya dilakukan di London, Paris, New York, dan Jamaica. Albarn menjelaskan bahwa konsep lagu-lagu di album ini mengandung muatan gelap. Sebelum Donald Trump dipilih, lagu-lagu tersebut telah selesai ditulis dan pemaknaannya kini menjadi ironi yang kuat. Sudah hampir 20 tahun yang lalu Albarn memulai proyek Gorillaz bersama Jamie Hewlett. Dalam narasi karakter fikisionalnya, ia menaruh simbol petualangan dan pertemuan; terkadang tak masuk akal dan terkesan lucu atau sesekali ironis dan dekat dengan manusia pada kesehariannya. Ada anekdot saat Murdoc ditanya tentang apa jenis musik yang Gorillaz usung dan ia menjawab ‘World’. Untuk album paling barunya ini, sudah banyak daftar nama yang Albarn bilang menjadi bagian karya terbaru Gorillaz. Saat Albarn dan Noel berbagi panggung pada konser secret gig mereka untuk membawakan lagu ‘We Got The Power’, kenangan akan istilah Blur vs Oasis yang menjadi ikon sintesis musik Britpop 90-an itu seakan luntur. Begitulah kurang lebih citra Humanz, masih disajikan dengan proses kolaborasi yang eksploratif.
Lingkaran, sebuah inisiatif berbasis di Jakarta menggelar sebuah kegiatan bernama Storytelling Days yang didedikasikan untuk merayakan World Storytelling Day. Diadakan di dua kota, yakni Bandung dan Jakarta, acara ini menghadirkan beragam narasumber yang memiliki sudut pandang dan kaya referensi dalam menyampaikan suatu cerita. Untuk acara yang akan digelar di Jakarta, Lingkaran mengajak 3 orang untuk 3 sesi berbeda untuk memperkenalkan cara baru dalam menceritakan suatu gagasan sesuai dengan bidang yang mereka kuasai. Di sesi pertama, Bayu Maitra akan memberikan kelas tentang mengubah suatu cerita menjadi sebuah konten berupa cerita pendek non fiksi dengan teknik Lalu selanjutnya terdapat Atika Sakura yang akan menjelaskan bagaimana suatu cerita dapat tergambarkan melalui raut wajah dengan Terakhir, Aryo Adhianto aka A Fine Tuning Creation akan membagi sesinya menjadi 2, yakni ‘Their Voice’ dan ‘My Voice’ untuk mengeskplorasi cerita melalui penampilan unik yang memuat, visi dan suara (cerita). Registrasi langsung di sini. Info lengkap hubungi - Conclave Jl. Wijaya 1 No. 5C 10:00-13:00 Kapasitas 20 orang 14:00-17:00 Kapasitas 20 orang 19:00-21:00 Kapasitas 20 orang
Bekerja sama dengan Footurama, memperkenalkan Goods and Services, lini produk Whiteboard Journal yang untuk aktivitas sehari-hari. Buku, gadget, koleksi musik dan berbagai keperluan akan selalu dalam jangkauan dalam totebag klasik kami, kenyamanan juga akan selalu dirasakan dengan t-shirt berbahan 100% katun yang menampilkan ilustrasi mekanik klasik, dan topi 6 panel yang akan melengkapi keduanya. Lihat dan dapatkan seri Goods and Services melalui Footurama. Whiteboardjournal.com 1-2730-1212
Sebagai salah satu kolektif musik elektronik dengan unsur tribal dan etnik, Dekadenz telah mengadakan agenda reguler dalam memeriahkan alternatif di Jakarta maupun kota besar lain di Indonesia. Beranggotakan 3 orang DJ yang juga kelas dunia, referensi musik yang ditawarkan dalam tiap acara selalu beragam dan berpegang teguh pada musik elektronik Berkat besar terhadap musik eksperimental, Jonathan Kusuma, Ridwan Susanto dan Aditya Permana terus menghasilkan warna musik baru dalam tiap kesempatannya. Untuk episode kali ini yang juga menjadi perayaan ulang tahun pertama, Dekadenz mengajak Aryo Adhianto aka A Fine Tuning Creation. Menurut Aditya, dikarenakan Aryo merupakan Space System - sebuah grup yang mengusung musik electro-acoustic-disco-psychedelia, referensi dan eksperimen yang ia lakukan menarik untuk Dekadenz. Adanya kesamaan unsur dalam musik Aryo yang juga seorang dengan pengalaman memainkan musik jazz, teater, klasik, hingga eksperimental, membuat Dekadenz kali ini akan lebih dari sekadar sebuah parade musik dengan luapan asap dalam ruang bercahaya merah. - Sabtu, 1 April 2017 21:00 - 04:00 FJ on 7 / The Colony Kemang
Nampaknya inisiatif Aldo dan kawan-kawan untuk mendokumentasikan gemerlap musik dansa berkembang menjadi sebuah misi berkelanjutan. Setelah merilis kaset, video untuk tiap lagu bersama seniman lokal serta VCD Dentum Dansa Bawah Tanah, kali ini sebuah tur di beberapa kota akan menjadi agenda teranyarnya. Hadir dengan nama Defile, parade musik ini tidak hanya ditujukan untuk memperkenalkan warna musik yang ada di bawah tanah, tapi juga menawarkan budaya alternatif yang kini terus menjamur di kota-kota besar Indonesia. Tur yang akan berlangsung mulai tanggal 27 Maret 2017 ini tidak hanya menghadirkan kontributor dari album Dentum Dansa Bawah Tanah, tapi juga mengajak kolektif serta inisiatif lain untuk berkolaborasi guna menghibur mereka yang haus akan musik elektronik nan ekeperimental. Untuk episode pertama dari Defile, kami berkesempatan untuk mengobrol dengan salah satu DJ Leno aka REI yang dikenal dengan kanal musiknya, bernama Goodnws Music. Perannya dalam dunia musik serta konser-konser di bawah naungan salah satu promotor telah terbukti memberikan penikmat musik sebuah alternatif dan referensi musik funk, soul hingga jazz yang kental. Mungkin bukan bagaimana saya mau jadi DJ atau semacamnya. Tapi lebih kepada proses yang saya lewati dengan orang-orang sekitar. Dan setelah saya menjalaninya, saya semakin sadar seberapa berpengaruh musik itu saya sudah menjadi DJ selama lebih dari 20 tahun. dan penemu dari Goodnws, bagaimana Anda mengembangkan musik Anda sampai mendapat karakter yang kita kenal sekarang? Saya mendengarkan segala musik sampai sekarang. Awalnya saya tertarik dengan pada tahun 90-an, lalu drum n bass, kemudian downtempo, hip hop, house Pada akhirnya, saya selalu kembali pada jazz, soul, funk dan latin karena musik tersebut merupakan cinta pertama saya. Itulah kenapa saya selalu suka mencampur segala musik, selama di dalam mix-nya terdapat elemen musik yang saya suka. Tidak. Saya selalu suka mengeksplorasi hal baru. Namun, musik harus memiliki sebuah koneksi, Saya tidak bisa menjelaskannya tapi musik harus menggerakkan diri kita dari dalam. kepada mereka yang awam terhadap hal tersebut? Menurut saya, Dentum Dansa Bawah Tanah adalah salah satu dari banyak representatif, tapi saya harap -nya akan lebih luas di masa depan. Aldo mau lagu saya dan saya dengan senang hati mempersembahkan musik untuk didengar orang lain. Saya harap orang-orang suka dengan apa yang mereka dengar REI (tertawa). - Senin, 27 Maret 2017 Hide & Seek Swillhouse 20:30 REI, Moustapha Spliff, Duck Dive, Baldi, Sattle Dead Records, Jam Malam dan Interrupted Gratis
Temukan siapa dirimu dan bagaimana karaktermu menentukan arah masa depan.