Blog

Latest stories

02.09.17

Stance

Ambush seperti tidak ada hentinya dalam berkreasi, selalu menciptakan hal-hal baru dengan gaya khas. Koleksi terbarunya adalah sebuah kalung rantai dengan tutup botol perak yang dengan logo Ambush tercetak di bagian bawah permukaan tutup botol. Perhiasaan dengan gaya ini tetap terlihat mewah dan sepadan dengan harga yang ditanggungkan. Berawal dengan hanya fokus pada perhiasaan, Ambush mulai merambah ke dunia fashion secara keseluruhan pada tahun 2017 ini. Desainnya yang atraktif dan menjadi kelebihan utama dari yang didirikan oleh pasangan desainer Yoon Ahn dan Verbal. Menurut Yoon Ahn, desainnya yang dan juga unik bukanlah karena sebuah strategi terselubung sang desainer, namun karena Yoon Ahn mendesain sesuatu selayaknya dengan filosofi dan pendapat yang ia percayai, dan hal itu terjadi tanpa ia sadari. Kalung dengan desain tutup botol ini merupakan bagian dari serangkaian perhiasan bertema bernama “Stance” yang sudah bisa dibeli di sini.

02.09.17

Sketches Of Brunswick East

Sepertinya band psychedelic rock asal Melbourne, King Gizzard & The Lizard Wizard, tidak ada lelahnya di tahun ini dalam merilis LP. Setelah merilis Flying Microtonal Banana pada bulan Februari serta Murder of The Universe pada bulan Juni, mereka melakukannya lagi dengan merilis Sketches of Brunswick East pada bulan Agustus melalui jejaring sosial Facebook. King Gizzard &The Lizard Wizard berencana untuk merilis 2 proyek lagi sebelum tahun 2017 berakhir. Sketches of Brunswick East adalah kolaborasi mereka dengan unit asal Los Angeles dan juga kawan tur, Mild High Club. Kerja sama yang dijalin oleh kedua pihak adalah dengan saling membuat lagu satu sama lain, menggabungkan bagian-bagian rekaman yang masing-masing unit kerjakan dan disatukan menjadi satu lagu. Berbeda dengan musik psychedelic rock yang biasanya King Gizzard & the Lizard Wizard berikan, album ini terdengar lebih mengambil unsur jazz dan bossa nova. Album ini sendiri terinspirasi dari kampung halaman mereka, yaitu Brunwick East, Melbourne, dan semua perubahan-perubahan yang terjadi di sekitarnya. Sang vokalis, Stu Mackenzie, menjelaskan bahwa perubahan yang terjadi di Brunwick East seperti mulai berdirinya apartemen tinggi serta melihat para membangun yang lebih besar bisa disambungkan lebih luas dengan perubahan yang terjadi di dunia. Sketches Of Brunswick East by King Gizzard & The Lizard Wizard with Mild High Club

01.09.17

Indonesia di Mata Potato Head

Dengan motif yang terinspirasi dari Indonesia, klub pantai kegemaran warga Bali, Potato Head, merilis koleksi resminya. Terdiri dari kemeja, kaos, dan celana pendek, koleksi ini direncanakan akan terus bertambah dengan barang-barang baru seperti edisi terbatas yang akan berkolaborasi dengan brand luar negri. Desainer koleksi ini, yaitu tim Potato Head sendiri, terinspirasi dengan keindahan tropikal Indonesia. Motif dedaunan serta desain yang menyerupai kemeja batik memang menarik dan mengingatkan rumah. Salah satu desainnya adalah kemeja dengan motif penari legong, yakni merupakan desain pertama yang dipublikasikan. Kemeja ini membawakan tradisi-tradisi tanah air dengan sedikit sentuhan kemeja floral Hawaii. Bahan pembuatan ini menggunakan kain sutra yang ramah lingkungan serta tahan lama. Dengan kisaran harga IDR 300.000 hingga IDR 2.200.000, koleksi ini bisa dibeli di resmi Potato Head serta dibeli langsung di yang akan diadakan di Potato Head Beach Club. Selain itu, 10% penjualan akan diberikan kepada Merah Putih Hijau, sebuah komunitas lingkungan yang mempunyai misi menyelesaikan masalah sampah di Bali, serta mengajarkan masyarakat untuk mendaur ulang.

01.09.17

Gimme 5: Merdi Simanjuntak

Tidak banyak yang tahu kalau DJ yang tergabung dalam Diskoria ini memiliki referensi musik lebih luas dari disko. Sempat tergabung dalam Whoopdemfunk dan band pop Sweaters dan sekarang menjadi bagian dari PTT Family membuat dirinya terpapar ragam genre musik. Berdasarkan hal tersebut, kami menanyakan lima lagu terbaik versinya, di Gimme 5 kali ini. Pertama kali dengar ini di Prins Thomas di Blowfish sekitar tahun 2010. ini muncul setelah Thomas menghipnotis satu dengan instrumental tanpa selama 4-5 menit di jam-jam setelah . sudah penuh, ada yang sudah dan malah dikasih lagu tanpa , saat itu lumayan sih (tertawa). Begitu drum lagu ini masuk, semua orang langsung mulai joget lagi, termasuk saya tentunya. Saya sampai kirim Facebook berkali-kali ke Thomas untuk menanyakan ini, karena tahun itu belum ada Shazam (tertawa) sampai akhirnya berhasil dapat lagu dan piringan hitamnya. Baru setelah saya dapat ini, Thomas akhirnya membalas DM () saya dan bilang saat itu dia belum mau judulnya karena masih berstatus Pertama kali dengar ini juga di set Prins Thomas Blowfish tahun 2010, ini salah satu yang berhasil 'nyangkut' dan setiap dengar -nya masuk langsung bikin ingin joget. Jadi lumayan sering saya mainkan kalau lagi mengisi disco/house. Sebenarnya saya tidak terlalu suka Bag Raiders, tapi pas dengar lagu ini pertama kali dimainkan kalau tidak salah di Love Garage tahun 2012, saya ingat langsung joget dan pulang-pulang langsung cari ini saking sukanya. Apa yang saya suka dari ini mungkin karena sangat dan ada mistisnya sedikit - mungkin dari perkusi yang mirip gamelan dan suara suling -nya di tengah-tengah lagu. Tapi ya itu tadi, berhasil membuat saya joget-joget. Satu yang agak beda dengan sebelumnya, karena lebih lebih mengarah ke ; sub-genre yang sebenarnya jarang saya kulik. Tapi ya gitu, buat saya musik bagus ya musik bagus saja, apapun genre dan batasan lainnya. Saya pertama dengar ini di salah satu di Potato Head Garage, kalau tidak salah Dipha Barus yang memutar. Kebetulan saya kerja di sana dari awal buka sampai akhirnya tutup, jadi lumayan bermacam musik di luar zona aman saya (tertawa). Saya tanya ke dia ini lagu remix siapa dan ya itu, begitu dapat, langsung saya cari -nya karena ini berhasil bikin saya joget tiap mendengarnya. Satu Indonesia yang emang selalu ingin saya mainkan di DJ pas pertama kali dengar, karena dan juga Liriknya juga khas musik Indonesia zaman itu, puitis dan banyak menggunakan kosakata yang tidak biasa. Lumayan bisa bikin orang joget juga sih kalo dipasang sama Diskoria (tertawa), apalagi teman kami; Munir dari Midnight Runners bikin versi -nya yang jadi lebih - Dengarkan Merdi bersama Diskoria di sini.

01.09.17

Api dan Es dari Maggie Payne

Maggie Payne, artis video, teknisi suara, serta salah satu direktur Centre of Contemporary Music di Mills College, sudah terkenal akan eksperimen-eksperimen nya terhadap audio visual. Payne biasa membagikan karya-karya istimewanya di akun Vimeo-nya, di mana dia mengekspos segala eksperimennya dengan mikrosokop dan kristal untuk menemani komposisi audio. Salah satu karya yang menarik berjudul “System Test (fire and ice)”, sebuah video electroacoustic yang ia tunjukkan di Jerman. Payne mempresentasikan 4 penari dalam kostum yang diberi lampu neon bergerak mengikuti audio yang dramatis di dalam latar yang gelap. Audio yang dramatis ini ia buat dari gabungan suara mainan Jacob’s ladders, es meleleh, serta kertas yang digesek-gesekan untuk menunjukkan karakteristik mainan Jacob’s Ladder yang dinamis. Audio serta visualnya memberikan kesan yang selalu intens. yang sudah diproses dan edit dipadukan dengan koreografi gemulai lampu warna-warni seperti membawakan sebuah cerita yang dramatis, di mana bahaya mengitari setiap sudut dari visual yang ditonton. Selain adanya yang dikomposisikan Payne, keajaiban video ini juga terletak di saat ketiadaan audio tersebut. Setiap kali audio mati video ini terasa lebih mencekam, karena penonton tidak tahu apa yang akan terjadi selanjutnya.

31.08.17

‘Berlibur’ ke Mystery Cove Bersama Monster Rally

Jika tidak ada waktu untuk ‘kabur’ sejenak dari kepenatan realita, mungkin ilusi saja sudah bisa cukup. Ilusi demi ilusi akan pelarian dari kenyataanlah yang disuguhkan oleh Monster Rally melalui 20 dentingan-dentingan singkat dalam Mystery Cove. Potongan-potongan ilusi akan sebuah liburan di pantai ini memang hanya berdurasi 1 hingga 3 menit lamanya, namun sudah cukup untuk membawa pendengarnya ‘terbang’ ke dalam mimpi yang indah. Tiap lagu begitu kental dengan nuansa pantai yang tropikal, disertai dengan beberapa dentingan gitar yang begitu menggugah imajinasi, drum ringan, dan juga beberapa potongan vokal retro dari era 1940an hingga 1960an. Keindahan dari alunan-alunan singkat ini dilengkapi dengan karya seni yang layak mendapat perhatian lebih. Eksplorasi yang ditawarkan Feighan dalam Mystery Cove tidak hanya cukup untuk menggambarkan sebuah pelarian indah dalam benak para pendengarnya, namun juga menyulut sebuah sensasi seolah berada di tempat lain, di waktu yang lain. Kecanduan berlebih mungkin bisa mengantar kita termakan imajinasi dan mimpi yang terlalu indah. Mystery Cove LP by Monster Rally

Load More Articles whiteboardjornal, search
whiteboardjournal, play
Video
NOW PLAYING

W_Music Series Vol.05: Indra Lesmana

Invent Your Future

Temukan siapa dirimu dan bagaimana karaktermu menentukan arah masa depan.


Tentukan Di Sini whiteboardjournal, search

Follow us on social media

Instagram whiteboardjournal, search Facebook whiteboardjournal, search Twitter whiteboardjournal, search

Subscribe to the Whiteboard Journal newsletter

Good stuff coming to your inbox, for once.