Backstage Life Bareng Grrrl Gang di Episode Kelima Vindy Ngapain?
Tahun ini Grrrl Gang mendapatkan kesempatan untuk menjadi salah satu line up di We The Fest 2019, dan Vindy diperbolehkan untuk mengikuti aktivitas mereka.
Kabar gembira bagi para penggemar St. Vincent. Album baru "MASSEDUCTION" akan diluncurkan pada 13 Oktober 2017. St. Vincent memproduksi album ini bersama Jack Antonoff, dan merekam hampir semua lagu di album ini di Electric Lady Studios. Album ini berkolaborasi dengan musisi-musisi hebat seperti Kamasi Washington, Jenny Lewis, Sounwave dan Thomas “Doveman” Bartlett. Menurut St. Vincent, akbum barunya berbeda dan bersifat personal karena menceritakan kehidupannya. pertama dari album ini, “Los Ageless,” memadukan unsur funk dan new wave dengan yang menonjol. Para fansnya tentu bersorak tidak sabar untuk melihat materi baru setelah menunggu 3 tahun.
Semenjak menggelar First Sight pada bulan Agustus kemarin, Museum MACAN (Modern and Contemporary Art in Nusantara) telah menarik perhatian publik lokal maupun internasional, setidaknya Asia. Dengan visi menjadi edukator seni kontemporer dan juga seni secara keseluruhan Museum MACAN memang sudah mempersiapkan beberapa program-progam menarik. Salah satunya adalah sebuah program yang lebih khusus ditujukan kepada anak-anak bernama Children’s Art Space Commission. Program ini akan dibuka bersamaan dengan pembukaan besar museum pada bulan November mendatang. Children’s Art Space Commission sendiri adalah sebuah komisi yang akan dipimpin oleh Entang Wiharso, salah satu seniman kontemporer terbaik di Indonesia. Entang akan membuat beberapa instalasi yang terdiri dari mural, karya seni, dan aktivitas edukasi yang akan mengekspor konsep di mana darat dan udara adalah sebuah gagasan yang tergantung pada keunikan karya seni setiap artis. Program ini juga mempunyai aktivitas-aktivitas lain yang mempunyai tujuan memberi edukasi kesenian serta membuka kreativitas anak-anak. Tetapi perjalanan Museum MACAN mungkin tidak semulus yang sudah mereka rencanakan, dan sayangnya ini bukan karena faktor eksternal. Semenjak awal kali muncul di media, museum ini membawa namanya sebagai calon pusat seni kontemporer Indonesia dengan standar internasional dan fasilitas paling memukau. Semua tentang museum ini terkesan mewah, dari gedungnya hingga karya-karya modern yang di tampilkan. Berbeda dengan kebanyakan orang awam yang berpikir bahwa museum adalah tempat bersejarah dan seni adalah karya lukisan yang cantik. Sehingga ada sebuah pertanyaan menggelayut di kepala, apakah program edukasi kepada anak-anak yang direncanakan bisa dengan efektif diterima oleh masyarakat awam? Ataukah mungkin museum merencanakan program edukasi ini hanya kepada orang yang sudah paham seni? Nampaknya kita harus menunggu sejenak untuk melihat akan seperti apa program yang museum ini bawa di kemudian hari.
Teks: Ibrahim Soetomo Foto: Dazed Digital Setelah mengumumkan judul dan tanggal rilis album keduanya, “The OOZ,” King Krule meluncurkan video baru untuk lagu “Dum Surfer.” Disutradarai oleh Brother Willis, “Dum Surfer” merupakan video kedua dari albumnya (video pertama, “Czech One”, diluncurkan bulan lalu), dan memperlihatkan King Krule bangkit dari kematian dan tampil bersama bandnya di sebuah klub bersama mayat-mayat hidup. Menurut siaran pers, album ini akan lebih fokus pada corak musik dan nuansa yang lebih gelap dari album debutnya pada 2013, “Six Feet Beneath the Moon.” Pada album ini, King Krule mengeksplorasi tema penyiksaan diri dan hubungan cinta yang memilukan.
Takei Nabeshima Architects (TNA) mengumumkan desain konsep terbaru dari rumah liburan megah rancangannya sebagai bagian dari proyek The Solo Houses yang diinisiasi oleh pengembang properti Christian Bourdais. Studio arsitek berbasis Tokyo yang dipimpin oleh Makoto Takei dan Chie Nabeshima ini merupakan salah satu dari 15 studio yang ditugaskan oleh Christian Bourdais dalam proyeknya. Setiap arsitek diberi dalam merancang konsep rumah liburannya masing-masing. Uniknya, rumah ini berbentuk piramid terbalik dan memiliki 4 lantai dengan kolam renang di atapnya. Pada desain awal, kolam renangnya memang terpisah dari struktur piramidnya, namun desain terbarunya menggambarkan kolam renang yang dirancang di atap bangunan tersebut. Ruang tamu rumah ini diposisikan di lantai atas, dan di bawahnya terdapat dua loteng yang terpisah. Bagian tengah yang juga merupakan lantai dasar piramid terbalik ini merupakan ruang makan, dengan dapur, pantry, dan ruang mesin yang mengelilinginya. Dilengkapi jendela berbentuk jajar genjang, rumah yang sedang dibangun di daerah pegunungan Matarrana, Spanyol, tentu menawarkan pemandangan menakjubkan dan unik, tidak seperti rumah mewah pada umumnya.
Selain menekuni seni dan merupakan bagian dari unit elektronik lawas Goodnight Electric, pada waktu senggang Narpati Awangga yang akrab dipanggil Oomleo rupanya sangat gemar bermain PC Untuk itu, pada episode Gimme 5 kali ini kami mendapatkan kesempatan untuk menanyakan 5 PC terbaik versinya. Game ini ada diurutan pertama karena Commandos: Behind Enemy Lines adalah penyebab atau alasan saya pada saat kuliah (tertawa). Saat itu, inilah PC strategi yang paling memukau di segala aspek karena membutuhkan daya berpikir yang tinggi untuk mengatur taktik di setiap levelnya. Intinya harus sangat memutar otak. Saya suka semua Tomb Rider karena semuanya memukau, tapi kalau untuk PC, saya pilih seri ini. Bagi saya Adventures of Lara Croft adalah salah satu seri yang paling membuat saya banyak menghabiskan waktu di depan komputer. ini juga bisa membuat saya betah berjam-jam di depan komputer. Dampak dari terlalu lamanya memanikan game adalah saya berharap semua gerakan di dunia nyata bisa seperti di film Matrix (tertawa). Saya tidak tertarik dengan Counter Strike. Menurut saya pada saat itu, Medal of Honor: Allied Assault jauh lebih seru dan keren. Dalam konteks ini lebih humoris. Hingga hari ini saya masih dan memainkan ini di PC saya. Bagi saya Zuma: Deluxe adalah yang terbaik untuk olahraga otak. Karena setiap kali memainkan ini, saya selalu berusaha untuk mengalahkan sendiri. Bagi saya, ini adalah obat stres yang tidak ada matinya!
Setelah sukses dengan buku perdananya, "Monsoon Tiger" di tahun 2015, Rain Chudori akan menerbitkan karya keduanya pada pertengahan Oktober 2017, yang diberi judul “Imaginary City.” Penulis muda asal Jakarta ini cukup mahir mengolah pengalaman personal untuk diabadikan melalui narasi-narasi indah yang mengajak para pembaca untuk terlibat dalam emosi yang ditumpahkan di setiap ceritanya. Kali ini dengan mengangkat tema kota, Rain ingin menceritakan seperti apa peran sebuah kota - yang pada buku ini digambarkan oleh Jakarta - untuk dirinya, dan bagaimana kota menjadi saksi bisu atas seluruh kejadian yang terjadi dan dialami oleh orang-orang di dalamnya. Kami berkesempatan untuk menanyakan cerita dan proses kreatif di balik pembuatan buku ini hingga harapan Rain untuk para pembaca melalui buku terbarunya. Monsoon Tiger diterbitkan Desember 2015, jadi kira-kira sudah 2 tahun yang lalu. Proses penulisan Imaginary City hanya 3 bulan, dan proses produksi 2 bulan. Cukup singkat memang, ya mungkin karena ada banyak hal yang mau saya sampaikan di karya ini. Dari mana latar belakang cerita untuk novel terbaru ini? Menurut saya cinta itu pondasi dari tiap bagian dalam hidup – entah dalam bentuk apapun. Cinta terhadap keluarga, cinta ke teman, cinta dengan definisi romantis untuk pasangan, cinta ke karir, bahkan cinta akan hal-hal kecil dan indah dalam hidup. Nah, “Imaginary City” ini lahir dari kecintaan saya terhadap Jakarta. Saya percaya bahwa tiap wanita di dunia ini adalah pejuang. Ada begitu banyak bentuk perjuangan, bahkan hanya untuk sekadar hidup, dan begitulah kita akan bertahan, lalu berkembang, dan saling bertemu satu sama lain hari demi hari. “The Young Woman” di “Imaginary City” adalah sosok penyendiri, ia memiliki banyak teman di hidupnya, pekerjaan, juga berbagai hal yang membuatnya bahagia. Yang kemudian dia jatuh cinta pada seseorang yang tidak mungkin ia dapatkan, dan tiba-tiba semua yang telah ia kerjakan selama ini, lenyap seketika. Buku ini berbicara tentang momen-momen, keindahan dan kebrutalan, dan ruang di mana dua hal tersebut terjadi. Kota di karya ini menyimpan begitu banyak momen, yang amatlah penting, baik masing-masing maupun secara keseluruhan. Saya berharap pembaca bisa membuka buku ini dan menemukan kedamaiannya sendiri. Bagi saya, bagian terpenting dari menulis adalah jujur pada diri sendiri. Dengan begitu, barulah saya bisa jujur pada orang lain. Semoga niatan tadi dapat tersampaikan pada pembaca melalui karya ini. Saya ingin mereka semakin jatuh cinta dengan kota mereka (di manapun mereka berada). - Sabtu, 14 Oktober 17:00 Dialogue Artspace Jl. Kemang Selatan No. 99A Jakarta
Temukan siapa dirimu dan bagaimana karaktermu menentukan arah masa depan.