Backstage Life Bareng Grrrl Gang di Episode Kelima Vindy Ngapain?
Tahun ini Grrrl Gang mendapatkan kesempatan untuk menjadi salah satu line up di We The Fest 2019, dan Vindy diperbolehkan untuk mengikuti aktivitas mereka.
Dalam submisi Open Column ini, Randy Levin Virgiawan menyingkap bagaimana ‘Jakarta-gaze,’ dalam konteks mengapresiasi musik yang lahirnya dari luar Jakarta, jelas fatal dalam mereduksi talenta “daerah” yang mestinya bisa merekah tanpa merepotkan perhatian sang ibu kota.
Thee Marloes memilihkan beragam lagu dengan groove hangat namun sedikit melankolis, yang rasanya tepat untuk menemani di waktu-waktu tenang Ramadan.
Oktober lalu, kami berkesempatan ngobrol dengan John Paul Patton dan I Gusti Viki Vikranta dari Kelompok Penerbang Roket. Dalam perbincangan ini, keduanya membahas latar emosi di balik ‘TIGOR,’ tantangan mereka dalam berkarya di era rentan akan pembungkaman, serta pandangan mereka tentang musik sebagai medium untuk melawan dan bersuara di tengah situasi sosial dan politik yang kian mengganggu.
In this Open Column submission, Aris Setyawan suggests a couple of points for attention, only if the Indonesian Music Conference wishes to translate their aspirations into tangible achievements.
In this Open Column submission, Aldo Kaligis questions how the arrest of Delpedro Marhaen, a human rights activist and Director of Lokataru Foundation, seems to disregard an international human rights standards framework, as well as the age-old saying regarding messengers.
Dalam submisi Open Column ini, Adinan Rizfauzi menanggapi bagaimana amarah dan rasa kecewa publik terhadap pejabat publik (tak lupa juga rasio perbandingan upah antara keduanya) di hari ini tidak jauh berbeda dari apa yang dirasa oleh Serikat Buruh Kereta Api, beberapa bulan setelah Hari Kemerdekaan.
Temukan siapa dirimu dan bagaimana karaktermu menentukan arah masa depan.